Selasa, 27 Maret 2012

beberapa fakta Olahraga Pagi lebih menyehatkan

Pusat-pusat kebugaran umumnya dipenuhi pekerja kantoran yang berlatih kardio atau bermain alat sejak pukul 06.00 pagi. Ini hal yang menggembirakan, karena kini orang semakin sadar untuk memilih gaya hidup sehat. Mereka bahkan rela mencuri waktu di tengah kesibukan kerjanya untuk berlatih.

Bila Anda pekerja kantoran dengan jam kerja yang teratur, tak ada salahnya mencoba kebiasaan baru ini. Daripada minum kopi untuk membuat tubuh segar, mendingan berolahraga pagi, karena manfaatnya juga lebih banyak. Akan lebih baik lagi bila Anda memilih berolahraga di luar ruangan, daripada di dalam ruangan. Berikut alasan mengapa olahraga pagi lebih asyik:

1. Memperbaiki dan meningkatkan mood
Tidur tidak nyenyak, stres akan beban pekerjaan yang dihadapi, atau berantem dengan kekasih, bisa membuat Anda bangun tidur sambil bersungut-sungut. Mood yang sudah keburu rusak di pagi hari, akan memengaruhi perasaan Anda dalam seharian nanti. Oleh karena itu, sebelum beraktivitas, sebaiknya Anda menyempatkan diri untuk berolahraga. Penelitian menunjukkan bahwa latihan bisa mendongkrak hormon endorfin dan hormon-hormon feel-good lainnya di dalam tubuh, sehingga mampu menjauhkan rasa malas atau kesal, dan membuat Anda tersenyum sepanjang hari.

2. Membantu membakar lebih banyak kalori
Menurut para pakar kesehatan, olahraga pagi hari bisa meningkatkan metabolisme, sehingga mampu mengatur tubuh untuk membakar lebih banyak kalori sepanjang hari. Bahkan, saat Anda beristirahat pun tubuh masih membakar kalori.

3. Udaranya lebih bersih
Secara umum, kualitas udara lebih baik pada saat pagi hari, ketimbang pada siang atau sore hari. Jadi ketika Anda berjalan kaki atau jogging di sekitar kompleks perumahan pada pagi hari, Anda akan menghirup udara yang lebih bersih. Anda juga akan terpapar matahari pagi. Anda tahu kan, saat terpapar matahari pagi, tubuh menghasilkan vitamin D dalam jumlah besar. Vitamin D akan membantu menguatkan tulang Anda.

           Olahraga Pagi Merusak Diet

 Demi menurunkan bobot tubuh, Anda bangun pagi-pagi buta untuk berolahraga. Namun, setelah sekian lama, ternyata usaha ini tidak memberikan hasil. Mengapa? Women’s Health menjelaskan, bahwa olahrga di pagi hari memang bagus, namun hanya untuk mereka yang tidur pukul 22.00.

Dalam sebuah riset yang dilaporkan oleh American Journal of Epidemiology, wanita yang tidur lebih dari 7 jam di malam hari kemungkinan bobot tubuhnya bertambah lumayan kecil. Sedangkan mereka yang hanya tidur 6 jam tiap malamnya, memiliki kemungkinan 12 persen untuk menambah bobot tubuh. Diperkirakan, setidaknya mereka yang tidur kurang dari 6 jam tersebut akan menumpuk berat hingga 33 pon (15 kilogram) selama kurun waktu 16 tahun dengan gaya hidup yang sama. Wanita yang tidur kurang dari 5 jam per hari bahkan memiliki kemungkinan 32 persen menumpuk berat tubuh sekitar 30 pon atau lebih.

Studi lain menunjukkan adanya hubungan antara kekurangan tidur dengan tingginya indeks massa tubuh. Bahwa kekurangan tidur menunjukkan efek negatif yang meregulasi hormon ghrelin dan leptin.

Cara menanggulanginya?

Jangan melewatkan waktu tidur Anda dengan olahraga berat. Tak hanya kuantitas yang dibutuhkan, kualitas tidur pun turut memengaruhi. Tidur cukup tanpa kualitas yang baik tidak akan membantu juga. Dibutuhkan siklus tidur yang penuh untuk bisa benar-benar mendapatkan tidur yang benar-benar utuh dan menyehatkan. Tidur siang selama 20 menit saja tak akan membawa Anda ke dalam tidur yang dalam, sehingga tidur tidak nyenyak tak akan memberi istirahat yang cukup. Jadi, ada baiknya Anda memerhatikan bahwa tubuh mendapati cukup istirahat ketimbang memaksakan diri berolahraga setiap pagi padahal kurang cukup tidur.


Sumber: Womens Health

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Artikel Populer