Jumat, 30 Maret 2012

Memasak Nasi secara tradisional


Nasi bagi orang Indonesia menjadi makanan utama. Nasi dari beras putih lebih banyak dipilih dan umumnya dikonsumsi utuh setelah dikukus. Di tangan koki selebriti Rachael Ray, nasi bisa dimunculkan di berbagai masakan. Rachael mampu mentransformasi nasi dalam hidangan bercitarasa China, Jepang, Meksiko, atau India. Selera lebih tergugah dengan variasi menu nasi dari berbagai jenis beras yang ada.

Pilih beras merah daripada beras putih
Versi beras yang satu ini sangat populer dan mudah serta cepat dimasak. Namun, nilai nutrisi beras putih masih lebih sedikit dibandingkan beras merah.

Beras merah lebih bernutrisi dan mengandung serat lebih tinggi. Menanak nasi dari beras merah lebih lama dibandingkan beras putih. Namun, bicara rasa, beras merah lebih kaya. Jika ingin diet, selalu sajikan nasi merah dalam hidangan rumah.

Rachael bisa menyulap nasi putih menjadi bahan utama membuat burger. Nasi putih tak hanya dimakan utuh apa adanya, tetapi divariasikan menjadi masakan istimewa.

Beras Arborio
Beras jenis ini berasal dari Italia yang digunakan untuk membuat risotto. Risotto banyak ditemukan di Italia Utara, yakni nasi yang dimasak dengan kaldu untuk memberikan rasa creamy. Beras yang pulen ini memiliki butiran beras lebih besar dan bundar jika dibandingkan dengan beras lokal.

Beras Basmati
Basmati adalah beras berbulir panjang dari India yang mengandung pati rendah, sangat harum dan menggugah selera. Dengan menggunakan Basmiati, Rachael memasak stoup (sejenis sop, hanya lebih kental) menjadi lebih bercitarasa.

Beras Pilaf
Pilaf adalah teknik pewarnaan beras dengan minyak atau mentega agar lebih coklat sebelum memasaknya dengan air. Beras jenis ini bisa disajikan dengan sayuran, kadang bersama pasta atau spageti, bahkan almond panggang. Beras Pilaf dimasak oleh Rachael dengan isi bayam dan keju.

Ganti nasi dengan Orzo sesekali
Jika bosan dengan nasi, meski sudah menyajikan variasi menu seperti halnya Rachael, pilih saja orzo atau pasta. Pasta adalah substitusi nasi yang juga menggugah selera.

Ini Dia: Nasi Sumsum Kerbau



Menjelajah Banten belum terasa lengkap apabila belum merasakan nasi sumsum. Ada beberapa penjual nasi sumsum di provinsi pecahan Jawa Barat ini. Salah satunya, Puri Sumsum. Kedai yang cukup terkenal di Banten ini sudah ada sejak tahun 1941.

 Nama Puri Sumsum diambil dari nama pemiliknya yang biasa dipanggil Mang Puri. Saat ini kedai tersebut tetap beroperasi dan dikelola secara turun-temurun oleh anaknya Ari.

 Menurut Ari, yang utama adalah tentang sumsum yang dipakai. Ari mengaku tak pernah memakai sumsum tulang sapi sebagai bahan. Dari pengalamannya, sumsum tulang sapi justru kerap menyusut ketika dikukus.

 Berbeda dengan sumsum tulang kerbau. Lagi pula, sumsum tulang sapi lama-lama mencair dan keluar dari campuran nasi sumsum sehingga membuat rasa nasi menguap.

 "Kadang-kadang pembeli tahu kalau kami pakai sumsum sapi. Katanya kok rasanya lain Mang, emang enggak pakai sumsum kerbau ya," kata Ari.

 Saat ini, harga 1 kg sumsum kerbau Rp 40.000. Setiap hari minimal dia menghabiskan 4-5 kg sumsum kerbau untuk dibuat nasi sumsum. Dengan jumlah itu, Ari memerlukan beras antara 10-12 kg.

 "Padahal sumsum kerbau jarang ada," ujarnya.

Untungnya, Ari sudah punya langganan dari rumah potong hewan di Rau, Serang. Kalau sedang apes-apesnya dia masih bisa mendapatkan 1 kg sumsum kerbau.

 Sampai saat ini Puri Sumsum sudah memiliki empat cabang yang tersebar di Banten. Tak hanya itu, Puri Sumsum juga tercatat sebagai pemecah rekor Muri lantaran pernah membuat nasi sumsum sepanjang tujuh meter pada ulang tahun Kota Serang, tahun 2008 lalu.

 Kelezatan nasi sumsum itu pun sudah diakui banyak orang. Tak hanya warga umum, tokoh tersohor pun sudah pernah menikmati nasi sumsum di kedai ini. Sebut saja grup band Slank, Peterpan, juga Gubernur Banten Hj Ratu Atut Chosiyah. (Dian Anditya Mutiara)


Sumber: wartakotalive.com


Sumber: rachael ray

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Artikel Populer