Jumat, 30 Maret 2012

kisah anak sekolahan menjadi PSK

Terlebih dahulu, Aku ingin memperkenalkan diri. Aku adalah seorang pegawai di sebuah perusahaan swasta yang terkenal karena sebelum ini ia adalah milik penuh pemerintah.Kantor pusat perusahaan ini berada di Jakarta tetapi Aku kerja di kawasan timur. Sebagai pegawai atau lebih tepat manajer, Aku selalu ke kantor pusat karena menghadiri pertemuan maupun hal-hal lain. Oleh karena terlalu banyak waktu di luar, keinginan naluri aku terhadap sex jarang dapat dipenuhi pada sebab masa yang tidak menentu. Terus terang aku katakan, aku ini pria normal, kalau lihat anak muda sikit aja, aku ingin memilikinya luar dalam dan semuanya kalau bisa . burung aku mau terbang sendiri mencari tempat bermain.Lebih-lebih lagi kalau cewek itu masih gadis walaupun dah tak perawan lagi. Keinginanku agak lebih sikit. Bahkan istri akupun kadang menyerah. Tiap-tiap hari aku mau main. Yang susah kalau masa bendera Jepang datang. itu yang membuat ku mencari di luar. Dan dimulailah cerita. Aku carik yang muda bukannya apa. Aku teramat syok bila mendengar lawan main aku merintih-rintih. Menggeliat seakan karena kurang pengalaman. Belum bisa control lagi. Kalau sampai menjerit kesakitan lagi mengancam. Kata orang tua-tua. Makan kerupuk. Pengalamanku yang satu macam ini. Masa tu aku kena menghadiri pertemuan  kantor pusat. Aku duduk Hotel Hilton. Hari Minggu. Check in sore. Malam tu. Tak tau mau berbuat apa-apa. Akupun carik makan  medan selera. Jalan kaki jer. Dekat. Tengah dok syok makan. Aku terperasan ada cewek yang memandangi  aku. Dia tengah bayar makan dia. Bila aku pandang. Dia senyum. Dan akupun balas senyum dia. Nampak macam anak sekolah lagi. Mungkin sekolah yang dekat kota. Bisik hatiku. Dia pakai T-Shirt merah dengan mini-skirt putih. Paha dia. alamak. Putih banget. Tentu yang dalam ni lagi best. Bisik hatiku lagi bersamaan dengan 'bird' Aku yang dah mencoba mengepak mau terbang.  Sebab orang banyak. aku mana tau ada kawan dia. Buat malu aja. Akupun terus makan.  On the way balik ke hotel.Ada sebuah bus stop dekat jalan depan hotel. Dari jauh aku nampak cewek tadi duduk sorang diri. Ada chan ni. Bisik hatiku. Akupun mendekati cewek itu. Dekat aja. "Adik tunggu siapa?" tanyaku. "Saja je. Tak tunggu siapa", jawabnya. "Kenapa. Berdiri aja. Duduk la. Ku takut", kata dia lagi. Aah. Bisa ni. Bisik hatiku. Jiwa Aku naik bergelora bila kakinya yang pertama bersilang terbuka sedikit. Saja aja dia buat begitu. Dari cahaya lampu jalan. Aku terlihat celana dalamnya yang berwarna kehitaman. Akupun mulai duduk dekat dengan dia.Dia perkenalkan diri dia sebagai ayu. Baru aja masuk tingkat empat. Yang terdekat. Dan kami mulai ngobrol. Tapi yang aku ingat ini . ayu kata .. "Sekarang ni susah ya Bang. Semua hal kena pakai duit". Dan dia mulai menceritakan masalahnya untuk membiayai pendidikannya. "Sekarang ni. Meskipun ada uang saku. Tapi hanya cukup digunakan kadarnya saja" katanya. Aku bersimpati dengannya. Tapi kalau tak dapat apa-apa.  Paling kurang bisa rasa cium dia. Aku kata sama dia .. "Macam ni la. Mari ikut Abang" "Ke mana Bang?", tanya dia. "Ikut aja", kataku. Kami pun jalan bersama masuk ke hotel tempat aku menginap itu. Sampai di kamar. aku terus ajak ayu masuk. Kamar Hotel tu besar nggak. High Class Hotel katakan. ayu minta izin ke kamar mandi buat mandi karena belum mandi katanya. Masa ayu nak masuk ke kamar mandi yang ada bath-tub tu. aku menghalanginya. "Mandi sama-sama ya, Abang belum mandi juga nih", aku terus blakblakan meskipun tadi aku dah mandi. "Malu la!", ujar ayu terperanjat. "Buat apa malu", kataku lagi yang akhirnya membuat ayu terdiam. Terpaksa setuju. Kemeja dan celana terus aku lepaskan, begitu juga dengan T-Shirt merah dan Mini-Skirt ayu. Aku tinggal celana dalam jer, ayu tinggal bra jarang dengan celana dalam warna hitam. Wow, bisa tahan nggak, aku nyaris gelap mata, kagum gila. Di bath tub, karena tak tertahan aku pegang payudara ayu yang masih terbungkus dengan bra jarangnya. ayu terdiam, "Ee. Jangan la. Malu la!", ujarnya seraya mengangkat tangannya menepis tanganku. Tetapi tak jadi. Bila tanganku sampai dulu. "Kenapa, ayu?", tanyaku. "Tak da apa-apa, tapi rasa lain macam nya?", ujar ayu. Aku makin gembira, pelan-pelan aku tanggalkan bra ayu, dia ikut aja, sampai aku lihat dengan jelas payudara ayu, wah comel je. Cute. Dengan nipple warna kemerahan. Cantik dan indah sekali. aku terus belai, aku remas-remas lembut, ayu kebingungan. Cuma bibirnya saja yang mengeluarkan suara .. "Errghh. Aahh .." Aku makin naik stim, aku kecup bibir ayu, kami saling mengulum lidah masing-masing, sementara tanganku asyik bermain-main di dada ayu. Air di bath tub setengahnya. Badan ayu aku terlentangkan. Aku jilat dengan lahap payudara ayu dari lembah ke bukit dan mengisapnya kiri dan kanan. Lidahku berjalan ke perut dan mulai turun ke bawah, aku lepaskan celana dalam ayu sampai tak sehelai benang pun menutupi tubuhnya. "Aahh .. Eahahh .. Ahh, sseedappnnyyeerr", ujar ayu mendesis. Aku makin rancak, tanganku bermain-main di kelangkang ayu sampai ke vaginanya. Cium ayu terus aku usap-usap dan sesekali kularikan jariku ke 'batu permata'nya sambil mengulum bibir ayu. Jari hantu aku mulai masuk ke liang vaginanya, ayu semakin keras mendesah .. "Ergaahh .. Aahh .. Aahh .. Bang .. Sakit .. Bang .. Ahh". Baru aku tau ​​rupanya ayu virgin lagi. aku tak peduli, aku terus mengulum bibir ayu, sementara Jari hantuku menari-nari di tepi susu dan batu permata ayu lalu ayu pun klimaks untuk pertama kalinya. Tiba-tiba ayu berkata, "ayu mau liat tongkat bisa?" Tanpa jawaban dariku ayu cepat melepas celana dalamku dan dengan malu-malu terus memegang batang aku. Entah datang dari mana semangatnya. ayu. Seperti seorang profesional, masturbasi dan membelai batangku." gimana kalau masuk mulut ya?" ayu makin berani. "Coba liat ..", ujar aku perlahan.Pelan-pelan ayu memasukkan batang aku ke mulutnya. Terus aja dia mengulum dan mengisap. Suaranyanya masih terdengar, "Mmpph .. Mmpphh .." mungkin karena geram dia mulai mau menggigit, aku terperanjat dan terus kuramas-ramas buah dadanya. Ia tersenyum malu namun terus bermain dengan batang aku. Bila mau klimaks, aku tarik batang aku dan aku semprotkan di antara buah dada ayu. Ujarnya, "La. Kenapa kencing!!" "Ini bukan kencing, ini air mani la ..", ujar aku. Dia mengangguk paham. Sambil mengusap-usap air maniku di dadanya. "Jom. Main yang real punya. Bisa tak!", lanjut aku. "Tapi ayu takut la?", ayu jawab balik. In. "Apa kau takutkan. Tak ada apa-apa. Pengalaman buat ayu", kataku lagi. ayu yang ingin pengalaman yang tak pernah dilaluinya itu terus menyetujuinya. "Boleh, tapi di atas ranjang ya. Jangan kasar-kasar tau". Setelah itu pelan-pelan kami berdua beriringan sambil berpelukan berjalan ke arah ranjang. Aku terus baring di atas ranjang berselimutkan comforter. ayu duduk di sebelah. Tanpa berpikir panjang aku tarik tubuh ayu dekat kepadaku. Gile. Benar, tubuhnya walaupun kecil tapi montel dan gebu. aku terus beraksi, pertama dengan 'french kissing'. Aku mulai mencium, mengulum, dan menggigit-gigit bibir comel Winnie sampai ayu telentang dengan sendirinya. Lidah kami tolak menolak. ayu semakin sesak nafasnya. Aku berbaring di sisi kanan ayu.Kami melanjutkan 'french kissing' dengan lebih bernafsu sambil tanganku berputar-putar ke arah payudara ay. Tubuh ayu terus menggeliat-geliat, aku semakin bertambah nafsu.Aku remas perlahan-lahan buah dada ayu, dari bawah menuju ke nipplenya. Nipplenya yang masih berwarna kemerahan jadi keras. Buah dadanya tegak keras, sesekali aku gentel nipplenya dengan lembut menggunakan ibu jari dan jari telunjukku. Setelah itu aku mulai mengulum dan mengisap nipple payudara ayu, dia semakin meghenyam-ghenyam .."Aahh. Eaahhee .. Aahh ..", ujarnya sambil menarik rambutku. Aku tak tahan, aku gigit nipplenya perlahan-lahan dan semakin kuat ia menarik rambutku. "Aahh .. Aahh ..", ujarnya semakin kencang. Kemudian aku putar badannya dengan posisi 69, Winnie terus menyambut batangku dan mengulumnya dengan penuh berahi. Sementara itu aku jilat cipeep ayu, wah wangi. Mungkin bau parfum bercampur bau cipep ayu . Sambil menjilat, aku main-mainkan 'mutiara'. Sesekali kucoba masukkan jari hantuku ke dalam. cipep ayu. ayu tersentak dan mendesah keras .. "Aahh. Sakit Bang. Aahh. Slow slow ya .. Aahh .." seraya mengulum batangku lebih kuat lagi. 

Terasa mau tercabut batang aku,  kuluman kuat ayu. Aku buka bibir cipet ayu dan kurapatkan mulutku ke arahnya. Aku julurkan lidah aku ke dalam sambil aku ayak-ayak punggungnya. Setelah itu, dengan menahan nafas aku sedut tengah-tengah cipet ayu. Berdesit-desit bunyi. Air ayu masuk ke dalam mulutku. Bagai menggeliat tubuh ayu. Tiba-tiba ayu menekan cipetnya kearah mukaku. Tubuhnya seperti seakan kejang dan ia mendesah perlahan dan kemudian bertambah keras.. 

"Aahh.. Aa.. Hh.. Hh.. Hh..", nafasnya tersengal-senal. 
"Satu session lagi, ayu", ujarku. 

Aku tak gunakan kondom  aku tau yang ayu ni belum pernah berhubungan badan. Jadi aku mau dia rasakan macamana yang sebenarnya. Tanpa kondom. Tanpa membuang waktu aku telentangkan ayu. Mukanya nampak sedikit letih. Mulutnya berselemak air liurnya dan air keringatku. Aku kangkangkan kaki . Nampak 'biji klentit'nya dengan rekahan yang comel. Bulu ada sikit tapi halus-halus. Perlahan-lahan aku pegang batangku. Aku tempelkan dekat biji klentit dia. Bagi salam sikit. Aku nampak alur ayu ni dah lama becak. Mula-mula aku masukkan kepala batangku dulu. 

"Eerrhh..", Ringik ayu sambil memegang tubuhku. 
Bila ku tekan balik lagi "Bang.. Sakit Bang.." Sambil tangannya menahan ke arah tubuhku. 

Aku enjot perlahan-lahan. aku goyang-goyang sikit, buat round sambil itu aku kulum lidahnya.

"Aahh.. Eehh.. Aahh.. Eehh..", ayu mendesah lagi. 

 ayu sudah macammenghayal. Dengan satu hentakan. Aku tekan cipepnya. Chhess. Bunyi seperti bawang kena hiris. ayu. Menjerit. Sakit katanya. Sambil terisak. Aku tak hiraukan katanya. Kubenamkan batangku dalam-dalam. Sambil tu, aku kulum kuping telinganya. ayu menggeliat kegelian. Hilang sakitnya. Akupun mula tarik sorong batang aku. Lama-lama dari perkataan sakit. Timbul rintian ayu kembali. 

Tanganku kembali berjalan-jalan di sekitar buah dada ayu, meramas dan membelainya perlahan-lahan sambil kukulum lagi lidahnya. Dengan tiga serangan serentak. ayu seakan hilang ingatan. isapan cipepnya menjadi-jadi. Menggelepar tubuh ayu. Setelah beberapa lama, kerana isapan yang kuat  aku merasakan bahwa aku akan klimaks. Aku melajukan enjutanku. Dan dengan satu hentakan kuat, aku simbah liang cipep ayu dengan air azimatku. ia terasa kepanasan air azimatku. ayu sekali lagi menggelepar keenakan sambil mengayak-ayak ponggongnya. merem meelek sehingga satu masa mata hitamnya hilang dek kelazatan yang amat sangat.. 

"Aahh.. Aahh.. Aahh..", ujar kami bersama-sama setelah kami berdua mencapai puncak kenikmatan. Setelah itu, kami tertidur bersama di atas kasur dalam keadaan telentang, keletihan. 
"Sedap kan?", ujarku yang terus diakui oleh ayu. 
"Senang  ya. Melakukannya kerja itu. Sedap pulak tu. Tapi rasa sengal-sengal lagi la", kata ayu kemudiannya sambil memegang cipetnya. 
"Esok-esok hilang la. Lepas tu tambah sedap aja", ucapku. 

Aku kemudian merenungkan ayu sambil tersenyum, hingga akhirnya ayu juga turut tersenyum malu. Waktu  sudah  dua belas tengah malam. 

Kemudian ayu berkata, "Dah lewat dah ni. Esok ada kuliah pulak". 

Kemudian dia  bangun. Dan menuju ke kamar mandi. aku turut mengekorinya. Di dalam kamar mandi. Kami saling bantu membantu. Sabun menyabun. ayu basuh batang aku dan aku gosok-gosok cipet dia. Dalam dia ramas-ramas batang aku. Bangun balik batang aku. 

"mau lagi ka?". Kata ayu. 
"Ahh Ahh lo tu", kataku. Tapi cepat-cepat dia balas. 
"Esok pulak lah ya. Nanti. ayah ayu marah pulak. pulang larut malam" 
"Okey. Janji kamu. Esok tunggu tempat kita jumpa tadi ya", ujarku setuju. 
"Okey", katanya setuju. 

Setelah merapikan diri, ayu kembali pulang ke rumahnya. Sebelum dia balik , aku mau beri dia RM-RM 100 tapi dia tak mau. 

"Esok aja lah. ayu percaya ama Abang", katanya. 

Malam itu tinggallah aku mengenangkan kejadian yang mengasyikkan. Dan aku baru teringat yang aku juga ada urusan penting keesokan harinya. . Akupun terus tidur bertemankan babak-babak nikmat di dalam kepalaku. 

Aku tak menyangka yang aku akan dapat menikmati kelezatan bermain bersama dengan gadis dara perawan seperti ayu. Harapan aku, ayu akan merasakan keindahan pengalaman semalam sehingga dia ketagihnya dan datang kepadaku. 




Bersambung. . . . . . .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Artikel Populer