Jumat, 30 Maret 2012

memilih daging sapi impor


 Variasi menu perlu ada di setiap rumah. Daging sapi impor dari Australia bisa menjadi pilihannya. Untuk mendapatkan daging segar kualitas premium ini, Ranch Market menggelar Australian Food Promo sepanjang bulan April di enam outlet-nya (Dharmawangsa Square, Arteri Pondok Indah, Pejaten Barat, Px Pavillion Puri Indah, dan Kemang Raya).

Tak sulit mengolah daging sapi yang dikenal lunak dan lembut ini. Namun Anda perlu memotong daging sesuai dengan jenis masakannya. Rudiansyah, Store Manager Ranch Market dari outlet Oakwood, mengatakan terdapat prime cut dan secondary cut untuk daging kualitas premium dari Australia.

"Prime cut diambil dari bagian has dalam sapi. Ini murni daging, empuk karena tidak ada otot," papar Rudi kepada Kompas Female saat pembukaan Australian Food Promo di Oakwood, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (6/4/2010) lalu.

Prime cut lebih tepat diolah sebagai steak. Sedangkan secondary cut umumnya dibuat menjadi potongan untuk olahan sup, rendang, kari, atau masakan khas lainnya seperti rawon. Olahan daging dari bagian has luar sapi impor ini juga bisa dimasak sebagai skemer, yakni potongan daging yang ditusuk seperti sate.

Pastikan daging yang Anda beli di supermarket tersimpan dalam suhu tepat, yakni 2 - 4 derajat Celcius. Minta juga es batu saat belanja daging agar suhu tetap terjaga hingga tiba di rumah. Kesegaran daging akan memberikan kenikmatan berbeda saat dikonsumsi.

Anda juga bisa meniru menu olahan koki di Ranch Kitchen, yang menyajikan berbagai menu khas Australia. Cukup menunggu proses memasak selama 5 - 15 menit dengan menu atau tingkat kematangan sesuai selera. Setelah itu Anda bisa mempraktekkannya sendiri di rumah.

Agar Daging Sapi Cepat Empuk





 Banyak dari hidangan khas kita berbahan utama daging sapi. Sebut saja rendang, empal, atau sate. Memasaknya, diperlukan trik khusus. Tak hanya soal meracik bumbu, tapi juga memilih daging yang tepat untuk setiap masakan.

Trik empuk
Untuk masakan tumis, gunakan potongan daging yang empuk karena waktu memasak yang tak lama. Sementara untuk masakan rebus atau semur, sebaiknya gunakan daging yang lebih padat. "Terutama saat memasak makanan yang direbus lama atau diungkep, seperti rendang. Daging yang empuk lebih mudah hancur saat pemasakan berlangsung," ujar Sous Chef Prasetyo Widodo dari Satoo Restaurant, Hotel Shangri-La, Jakarta.

Daging empuk, memang lebih disukai karena tidak membuat gigi Anda bekerja keras. Itu sebabnya, potongan empuk seperti tenderloin relatif lebih mahal. Namun jangan kehabisan akal. Dengan cara khusus, tekstur daging bisa dibuat lebih empuk. Misalnya dengan menusuk-nusuk daging menggunakan jarum khusus. Anda juga bisa membungkus daging menggunakan daun pepaya atau menipiskan daging dengan memukul-mukul kedua sisinya menggunakan palu daging. Ada juga produk pengempuk daging berupa bubuk, namun cara ini mungkin dapat mengubah rasa daging. Anda tentu ingin rasa dan kesegaran daging tetap prima, kan?

Pada tingkat produsen, juga dikembangkan cara-cara yang lebih teknis. Seperti dry aged beef, daging sapi yang disimpan dalam kelembaban minimal. Setelah disembelih dan dibersihkan, daging disimpan dalam ruangan khusus dengan sirkulasi udara yang baik. Temperatur ruangan terjaga pada suhu 0-2 derajat Celcius dengan kadar kelembaban 60 persen.

Selama masa penyimpanan, tiga sampai empat minggu, enzim alami dalam daging sapi bekerja menguraikan jaringan-jaringan daging. Setelah itu daging dibersihkan, dipotong dan dijual kepada konsumen. "Alhasil daging yang dihasilkan lebih lembut dengan rasa yang lebih kaya," ujar Dwi Aryanto, Perishable Manager di Ranch Market The Landmark, Jakarta.

Cermat memilih
Kelezatan olahan daging ditentukan kualitas bahan yang digunakan. Pilihlah daging sapi berwarna merah segar. Daging berwarna merah gelap menandakan sapi yang dipotong sudah tua atau terlalu lama dipajang di etalase. Daging sapi segar berpenampilan sedikit mengilap tapi tidak berlendir. Saat dipegang tidak terasa lengket di tangan.

Perhatikan warna lemak daging. Menurut Dwi Aryanto, daging segar memiliki lemak berwarna putih dengan rona merah muda, bukan putih pucat.

Bila membeli daging dalam kemasan kedap udara, pilih yang dingin, tidak memiliki cairan berlebih yang menggenang di dalam kemasan, serta dikemas dengan baik tanpa ada kecacatan pada pembungkusnya.

Masak daging pada hari yang sama saat membelinya. Bila tak terpakai seluruhnya, simpan daging di dalam freezer. Hindari membekukan daging berulang kali karena dapat menghilangkan saripatinya.




Sumber: Martha Stewart Living Indonesia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Artikel Populer