Minggu, 25 Maret 2012

pentingnya wanita Orgasme

- Bisik-bisik di ruang ganti wanita atau di pantry saat coffee break di kantor sering melontarkan fakta: banyak perempuan yang belum pernah merasakan orgasme. Seringkali mereka berusaha menerima ketidakmampuan itu dengan berpikir bahwa hal tersebut sebagai bentuk pelayanan terhadap suami. Ada juga perempuan yang terus mengalami kegagalan orgasme karena kurang berani menuntut hak-hak mereka dalam kehidupan seksual. Toh, kehidupan perkawinan tetap harmonis, dan telah menghasilkan anak-anak yang sehat.

Apapun alasannya, perempuan selalu didorong untuk memahami bahwa orgasme hanyalah "bonus" dari suatu kehidupan seksual. Namun, Elizabeth Lloyd, profesor dari Indiana University, mengungkapkan bahwa orgasme bukan sekadar "produk sampingan" dari suatu hubungan seksual. Dalam bukunya, The Case of the Female Orgasm: Bias in the Science of Evolution, Lloyd menganalisa 21 teori yang berkaitan dengan masalah orgasme perempuan.

Menurut salah satu teori, hubungan seksual mengharuskan adanya bonding antara pria dan wanita. Orgasme akan mengikat pasangan secara emosional, sehingga mereka lebih cenderung mengejar peran sebagai orangtua. Teori yang lain mengatakan, kontraksi yang terjadi saat orgasme akan menarik sperma ke saluran reproduksi dan membawanya ke rahim. Dengan demikian, orgasme sebenarnya berkaitan dengan biologis perempuan.

Secara evolusioner, orgasme perempuan juga dipandang penting. Sebab, perempuan juga ingin bercinta karena mereka menikmatinya. Semakin mereka menikmatinya, semakin sering hubungan seks akan dilakukan. Hasilnya, semakin besar peluang mereka untuk hamil dan mempunyai anak.

Kalaupun hubungan seks yang dilakukan tidak membuat terjadinya pembuahan, orgasme tetaplah tidak bisa dipandang sebagai "bonus". Orgasme memang tidak selalu penting, namun pencapaian inilah yang membuat seks menjadi lebih dapat dinikmati.

      Ejakulasi Perempuan, seperti Apa Sih?

 "Teman saya bercerita, ketika sedang berhubungan intim dengan suaminya dan mencapai klimaks, tiba-tiba dari vaginanya keluar semacam cairan. Cairan ini, katanya, cukup banyak, tidak terlihat seperti urine dan tidak berbau, tetapi teman saya jadi malu kepada suaminya. Teman saya tidak tahu cairan apakah itu sebenarnya. Waktu mencari-cari informasi di internet, ia menemukan apa yang disebut 'ejakulasi perempuan'. Apakah ejakulasi perempuan itu, Dok? Bukankah hanya laki-laki yang bisa ejakulasi?" (Delvi, via e-mail)

Menurut dr Ferryal Loetan, ASC&T, SpRM, MKes (MMR), Sex Consultant & Rehabilitation Specialist Klinik WIN, ejakulasi memang hanya terjadi pada laki-laki. Pada saat itu, yang terjadi adalah keluarnya air mani yang di dalamnya terkandung banyak sperma alias bibit lelaki. Jumlahnya bisa ratusan juta pada laki-laki yang sehat sehingga bisa menyebabkan kehamilan pada wanita.

Nah, kalau yang terjadi adalah keluarnya cairan pada wanita, terutama (saya katakan terutama) saat orgasme, itu sering disebut sebagai squirt. Pada saat itu, yang keluar bukanlah air kencing (dari dalam kandung kencing) dan juga bukan air mani (karena air mani hanya ada pada lelaki).

Cairan itu diproduksi kelenjar-kelenjar yang ada di sekitar vagina. Squirt bisa terjadi berkali-kali dalam satu kali periode hubungan seksual. Jumlahnya dalam sekali semprot tentu saja berbeda-beda pada setiap wanita. Ada yang hanya sedikit, dan bahkan ada juga yang sangat banyak.

Kalau memang itu yang terjadi, teman Anda tidak perlu malu. Ia justru harus bangga karena tidak ada banyak wanita seperti itu. Sekali lagi perlu diyakinkan bahwa itu bukan air kencing (dari kandung kemih). Keluarnya cairan ini selalu sebagai penyerta saat wanita tersebut mengalami orgasme. Jika cairan keluar bukan saat orgasme, kemungkinan besar otot di kandung kencing lemah.

      Bagaimana Bisa Tahu Kita Sedang Orgasme?

 Masalah kesehatan seksual memang membuat banyak orang penasaran, sampai-sampai masalah yang paling mendasar pun masih sering ditanyakan. Para pakar menduga, hal ini disebabkan banyak orang masih belum menerima informasi yang dapat dipercaya.

Lissa Rankin, MD, dokter spesialis kandungan dan kebidanan, mengatakan bahwa banyak perempuan muda yang pengetahuan seksualnya sangat minim. Ia kerap bepergian untuk mengadakan ceramah, dan setiap kali menerima banyak pertanyaan yang begitu sederhana. Misalnya, bagaimana mengetahui bahwa mereka sedang mengalami orgasme?

"Boleh percaya boleh tidak, tapi itulah topik nomor satu yang selalu ditanyakan," ujar dokter yang juga penulis buku What’s Up Down There? ini.

Rekannya, Debby Herbenick, PhD, pengajar kesehatan seksual di Kinsey Institute, Indiana University di Bloomington, mendukung pernyataan Rankin. Ia menduga, hal itu disebabkan orgasme adalah sesuatu yang jarang sekali dibahas oleh perempuan muda, bahkan dengan teman-temannya sendiri. Sebab, mereka khawatir pertanyaan seputar hal tersebut akan membuat mereka disangka tidak becus dalam bercinta.

"Saya pernah memberi konseling perempuan usia 23 tahun yang mengaku belum pernah mengalami orgasme, dan ingin tahu apa yang salah dengannya, karena teman-teman perempuannya mengatakan selalu mencapai orgasme setiap kali bercinta. Tapi seringkali, mereka hanya berbohong pada satu sama lain," ujar penulis buku Read My Lips: A Complete Guide to the Vagina and Vulva ini.

Untuk menjawab rasa penasaran para perempuan muda ini, Rankin biasanya akan mengatakan bahwa kita butuh waktu dan latihan untuk mengetahui bahwa kita sedang mengalami orgasme. Dengan kata lain, ia mendorong para perempuan ini untuk menunggu sampai tiba waktu yang tepat ketika mereka cukup matang untuk mengetahuinya.

"Ada perbedaan antara kesenangan karena menjadi intim dengan seseorang, dan kesenangan karena tercapainya orgasme," katanya. "Ketika Anda mengalaminya, Anda pasti akan tahu."

Masih penasaran? Wajar saja, sebab apa yang dirasakan kaum perempuan saat orgasme akan sulit dijelaskan untuk mereka yang belum aktif secara seksual. Seperti disarankan oleh Rankin, mungkin Anda memang harus banyak latihan dulu bersama suami. Syaratnya, suami Anda pun bersedia membantu Anda memenuhi keingintahuan dan kebutuhan tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Artikel Populer