Minggu, 25 Maret 2012

Pengetahuan mencapai titik "O"

 Orgasme tidak sebatas aktivitas fisik seksual, pengetahuan mengenai dan cara mencapainya lebih penting. Semakin banyak Anda tahu, semakin Anda mengenal tubuh dan reaksi Anda atas rangsangan, semakin mungkin Anda mencapai titik "O" itu. Pengetahuan adalah hal yang penting. Intensitas, cara, dan frekuensi adalah hal-hal berikutnya. Di bawah ini adalah pertanyaan yang paling sering muncul mengenai big O. Jika pertanyaan yang ada di kepala Anda seputar big O tidak ada di bawah ini, teruslah mencari tahu. Semakin banyak tahu, Anda akan makin paham mengenai tubuh Anda dan responsnya terhadap rangsangan seks dari pasangan.

Apakah setiap wanita bisa mencapai orgasme?
Bisa. "Potensi untuk mencapai orgasme ada di setiap orang, kecuali di beberapa kondisi tertentu," jelas Barry Komisaruk, Ph.D., penulis The Science of Orgasm. Jika ada wanita yang sudah aktif secara seksual tetapi belum pernah mencapainya, kemungkinan besar ia belum mendapatkan rangsangan atau stimulasi yang tepat. Stres tinggi, trauma pada masa lalu, atau obat antidepresi bisa jadi penghalang seorang wanita mencapai titik itu. Bicarakan masalah ini dengan terapis seks tepercaya untuk mencari tahu pusat permasalahannya.

Apakah "G-spot" adalah rahasia mencapai orgasme?
Hal ini belum bisa dijawab dengan pasti. Beberapa studi mengatakan bahwa dengan menstimulasi G-spot, bisa membantu wanita mencapai orgasme. Namun, kepuasan dari rangsangan di titik itu tidak berarti sama di semua wanita. Ada yang sangat menyukainya, ada pula yang justru merasakan sakit serta perasaan ingin buang air kencing ketika G-spot-nya mendapat stimulasi.

Orgasme wanita baru bisa didapatkan bila melakukan "menu utama"?
Studi menunjukkan bahwa 70 persen wanita tidak selalu merasakan orgasme melalui intercourse. Setiap tubuh wanita, menurut Komisaruk, berbeda strukturnya. Karena itu, kebanyakan wanita merasa stimulasi klitoral lebih nyaman ketimbang penetrasi. Umumnya, untuk mencapai orgasme, seorang wanita butuh stimulasi di 4 area; vagina, klitoris, uterus, dan serviks. Semakin banyak area tersebut yang terstimulasi, makin tinggi kemungkinan Anda mencapai orgasme, dan makin kuat pula perasaannya. Butuh eksperimen dan kerja sama dengan pasangan yang cukup sabar untuk membantu seorang wanita yang belum pernah merasakan hal ini.

Latihan kegel bisa bantu capai orgasme?
Latihan kegel meliputi pengencangan dan pelepasan ketegangan otot pubococcygeus (PC) yang mengandung ujung saraf dalam jumlah banyak. Saraf-saraf ini memberikan sensasi menyenangkan pada vagina. Semakin kuat otot PC tersebut, diperkirakan berkorelasi dengan respons orgasmis. Bagian dari kenikmatan orgasme bisa jadi disebabkan oleh respons kontraksi dari otot-otot tertentu. Otot yang makin kuat bisa mengarah kepada kenikmatan lebih.

Apakah posisi WOT adalah posisi terbaik untuk perempuan mencapai orgasme?
Tidak selalu. Sebagian perempuan menyukai posisi Woman on Top karena mereka merasa memiliki kontrol ritme dan memaksimalkan stimulasi klitoral. Namun, sebagian besar wanita lebih memilih posisi berbaring sambil memunggungi pasangannya untuk mencapai rangsangan yang optimal di bagian dinding depan vagina. Posisi terbaik untuk mencapai orgasme bagi wanita tergantung kesukaan masing-masing dan cara si pasangan dalam memberi stimulasinya.


Sumber: redbook

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Artikel Populer