Jumat, 30 Maret 2012

sexs pakai pelumas tambahan

 Sebuah riset terbaru yang dilakukan oleh para produsen kondom menunjukkan bahwa hubungan seks akan menjadi lebih baik dengan memakai cairan lubrikasi (pelumas). Cairan lubrikan adalah salah satu solusi untuk mengatasi masalah kekeringan pada vagina, dan meningkatkan kepuasan seks

Dalam surveinya, para produsen melibatkan 89 persen wanita yang mengatakan seks jauh lebih menyenangkan dengan lubrikan. Lebih dari tiga perempat wanita pengguna lubrikan merasa bahwa aktivitas foreplay menjadi lebih menarik untuk mereka dan pasangan.

Sementara 76 persen wanita mengaku kagum dengan perbedaan yang mereka rasakan saat berhubungan seks saat menggunakan pelumas.

Bahkan studi yang dilakukan para peneliti Indiana University yang mempublikasikan penelitiannya dalam journal International Society for Sexual Medicine mengatakan bahwa pemakain cairan lubrikasi dapat menjadi cara terbaik untuk membumbui kehidupan seks.

Para peneliti menemukan bahwa sebagian besar perempuan (33 persen) dan laki-laki (41 persen) menggunakan pelumas untuk pasangan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan pelumas sekarang menjadi bagian penting dari foreplay.

Para peneliti mengatakan pelumas secara signifikan meningkatkan kenikmatan seksual dan kepuasan untuk semua wanita, termasuk untuk mereka yang tidak pernah mengalami masalah dengan kekeringan vagina.

Lebih menariknya lagi, cairan lubrikasi kini sudah tersedia dalam berbagai jenis rasa dan aroma seperti markisa, strawberry, cherry,  aloe vera (lidah buaya), dan lain sebagainya.

Kompas.com — Perempuan yang menggunakan lubrikan atau pelumas ketika berhubungan seksual mengaku merasa lebih puas dan tidak mengalami nyeri dibanding dengan rekannya yang tidak menggunakan pelumas vagina.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Sexual Medicine ini menemukan, lubrikan akan mengurangi gejala-gejala negatif, seperti rasa sakit atau terbakar di bagian vagina. Kebanyakan responden juga mengatakan, lubrikan berbasis air lebih efektif dibanding yang berbasis silikon.

Nyeri di bagian vagina ketika berhubungan seksual (dispareunia) merupakan problem seksual yang sering dikeluhkan wanita. Biasanya nyeri genital berlangsung terus-menerus atau sering kambuh saat terjadi penetrasi.

Beberapa kondisi fisik yang bisa menyebabkan dispareunia, antara lain, kurangnya rangsangan seksual, perubahan hormonal, vagina kering, atau reaksi terhadap alat atau bahan kontrasepsi. Trauma psikologis seperti pemerkosaan atau pelecehan seksual juga dapat menjadi penyebab gangguan nyeri seksual.

"Penggunaan lubrikan saat foreplay atau permainan utama dengan pasangan bisa mengurangi rasa nyeri," kata Debby Herbenick, dari Center for Sexual Health Promotion, Indiana University Bloomington.

Penelitian dilakukan secara acak terhadap 2.453 wanita berusia 18-68 tahun. Mereka diminta memakai satu dari enam jenis pelumas selama dua minggu. Kemudian mereka ditanya mengenai tingkat kepuasannya, termasuk juga pengaruhnya terhadap gejala-gejala yang mengganggu ketika bercinta Seperti telah disampaikan di artikel sebelumnya (Seks Makin Nikmat Dibantu Cairan Lubrikasi), cairan pelumas digunakan untuk membantu Anda mengurangi rasa nyeri saat berhubungan seksual. Keuntungan lain dari penggunaan lubricant adalah meningkatkan kenikmatan dalam bercinta.


Namun sebaiknya Anda mengenali jenis-jenis cairan lubrikasi, agar dapat menemukan cairan dengan bahan dasar paling sesuai untuk diri Anda.

1. Pelumas dengan efek hangat
Anda mungkin pernah mendengar lubricant yang menjanjikan sensasi hangat saat berhubungan. Ternyata hal ini memang benar. Pelumas jenis ini bisa memberikan sensasi selama berhubungan, terutama jika digunakan di luar kondom. Namun hati-hati, jangan menggunakan terlalu banyak. Cukup satu tetes sebesar uang logam. Sebab organ intim perempuan lebih sensitif dari pria. Rasa hangat bisa berubah menjadi panas jika cairan terlalu banyak.

2. Berbahan dasar air
Kebanyakan cairan lubrikasi yang dijual di pasaran berbahan dasar air. Jenis ini paling aman untuk mereka yang memiliki organ intim yang amat sensitif. Namun berbahan dasar air, bukan berarti bebas dari iritasi. Karena itu baca dulu label kemasan sebelum membeli.  Jika Anda sensitif terhadap bahan-bahan tertentu, Anda harus menghindari bahan-bahan yang mengandung propylene glycol atau chlorhexidine yang sering menyebabkan iritasi pada perempuan.

3. Pelumas berbahan dasar minyak
Pelumas dengan bahan dasar minyak boleh dibilang cukup baik, karena tidak terlalu basah atau lengket. Kebanyakan dokter merekomendasikan cairan pelumas jenis ini. Kekurangannya, pelumas jenis ini bisa merobek kondom dari bahan lateks. Untuk mencegah kondom robek, gunakan kondom dari bahan polyurethane. Selain itu ada pula yang mengatakan bahwa pelumas jenis ini cocok untuk pria, namun tidak untuk wanita.

4. Pelumas dengan aroma
Pelumas dengan aroma tertentu biasanya digunakan saat pasangan ingin melakukan seks oral, namun pihak perempuan merasa enggan. Ada berbagai macam aroma yang ditawarkan, umumnya buah-buahan. Cari tahu apakah pelumas jenis ini mengandung gula atau tidak. Mereka yang punya kecenderungan diabetes ternyata tidak dapat menggunakan pelumas jenis ini.

5. Berbahan dasar silikon
Cara terbaik untuk menggunakan pelumas berbasis silikon adalah di dalam air, atau di kamar mandi. Silikon akan menjadi lembap dan tidak mudah rusak meskipun digunakan dalam air. Pelumas jenis ini cocok untuk pijat.

6. Dari bahan natural
Pelumas dari bahan organik, natural, atau ramah lingkungan yang dijual di toko obat atau apotik memang masih jarang. Namun pelumas jenis ini tidak memiliki banyak tambahan zat kimia atau zat adiktif yang bisa membuat kita alergi.

7. Pelumas buatan sendiri
Pernah mendengar pelumas yang dibuat dari putih telur atau minyak kacang? Apakah ini cara yang aman? Hati-hati menggunakan cara yang mungkin bisa melukai atau membuat organ intim jadi iritasi. Memang belum ada penelitian khusus mengenai pelumas dari putih telur atau minyak kacang. Berhati-hatilah agar tidak terserang infeksi.


Sumber: Womans Day


Sumber: LiveScience


Sumber: Female First

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Artikel Populer