Minggu, 25 Maret 2012

Siswa-siswi di Malaysia kurang informasi seks

MALAYSIA,  Pemerintah Malaysia tampaknya khawatir, anak-anak sekolah setingkat SMA di negerinya tidak memiliki pengetahuan yang cukup perihal seksualitas. Karena itu, pihak berwenang mempertimbangkan perlunya pendidikan seks untuk para remaja sebelum mereka meninggalkan bangku SMA, kata Abdul Hadi Awang Kechil, dirjen National Service Departement, Rabu (14/5).

Abdul Hadi mengatakan, Kementrian Wanita, Keluarga dan Perkembangan Komunitas mengusulkan ide itu, namun menolak untuk bekerja sama. Akibatnya keputusan akhir belum dapat dibuat.

Ng Yen Yen, menteri yang mengumumkan rencana ini, yang dikutip harian nasional Malaysia, Bernama, menyebutkan bahwa pendidikan seks termsuk di dalamnya soal pencegahan AIDS, dapat melindungi anak-anak muda dari aktivitas yang tidak menyehatkan. Ajudan Ng memberi konfirmasi bahwa menteri sudah memberikan komentar soal ini, Selasa lalu.

Puluhan ribu anak laki-laki dan perempuan usia sekitar 17 hingga 18 tahun diseleksi secara acak setiap tahun untuk ikut serta dalam pelatihan yang diselenggarakan pemerintah.

Seks kerapkali menjadihal sensitif di negara yang mayoritas penduduknya memeluk agama islam secara konservatif. Banyak pasangan tidak menikah yang berciuman atau berpelukan di depan umum bakal kena denda/sanksi.

Karena itu, Kabinet Malaysia menyetujui adanya panduan untuk memberi pendidikan seks di sekolah-sekolah yang rencananya akan diberikan selama dua tahun. Meski begitu, para aktivis mengatakan bahwa hal ini tidak bakal terwujud. Para pejabat menyarankan agar para siswa ini diajari cara melindungi dari predator seks, penyakit menular seksual dan kebiasaan jorok.

Adeeba Kamarulzaman, presiden Malaysia AIDS Council mengatakan, Rabu ini bahwa para siswa menerima cukup informasi tentang seks di sekolah-sekolah umum yang pada umumnya hanya mengajarkan fakta-fakta mendasar tentang reproduksi selama pelajaran ilmu pengetahuan.

Kelas-kelas pendidikan seks yang diberikan pemerintah terbukti bermanfat karena di banyak sekolah, para guru terlalu malu mengajarkan hal-hal yang terkait dengan seksualitas, jelasnya.

"Lebih baik terlambat daripada tidak pernah," ujar Adeeba kepada AP. "Ini merupakan kesempatan bagus. Para siswa berhak mendapatkan informasi yang benar soal ini."



Sumber: AP

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Artikel Populer