Selasa, 03 April 2012

dampak kekurangan air dalam otak

Add caption
Tubuh manusia hampir 75% air, Minum cukup air tak hanya akan menghapus rasa kering di tenggorokan, tetapi juga membuat pikiran Anda lebih tajam. Enggak percaya?

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa dehidrasi tidak hanya memengaruhi ukuran otak, tetapi juga bagaimana otak bekerja. Ketika Anda membiarkan diri Anda berkeringat sampai 90 menit, hal itu ternyata bisa membuat otak Anda menyusut sebanyak satu tahun penuaan. Nah, agar hal itu tidak terjadi, caranya cukup dengan minum segelas atau dua gelas air putih, dan otak pun kembali normal.

Bila Anda kekurangan air, Anda akan dipaksa bekerja lebih keras untuk memproses informasi. Ketika terjadi selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu, hal ini bisa memengaruhi performa kerja Anda atau performa anak di sekolah.

"Kami sangat yakin bahwa dehidrasi merupakan masalah yang memengaruhi kualitas murid, tapi kami mensponsori riset ini untuk menemukan bukti-bukti yang jelas," kata Ben McGannan, donatur studi dari perusahaan pendingin air, Water for Work and Home.

Hasil penelitian ini diperoleh setelah sebuah tim peneliti dari penjuru Inggris melakukan scaning otak dari para remaja yang baru selesai bersepeda selama 1,5 jam. Beberapa anak mengenakan tiga lapis pakaian, yang antara lain terdiri atas track suit dan jaket dengan kupluk. Anak-anak yang lain hanya mengenakan pakaian ringan seperti celana pendek dan t-shirt.

Nah, mereka yang mengenakan pakaian berlapis mengeluarkan hampir 900 gram keringat, dan otak mereka menyusut dari tulang tengkoraknya. Mengenai hal ini, Matthew Kempton dan Ulrich Ettinger, peneliti dari Institute of Psychiatry di King's College, London, mengatakan, "Rongga yang berisi cairan di tengah otak mengembang dan sebaliknya, ada penyusutan jaringan otak di sana."

Kedua peneliti ini menambahkan, secara rata-rata jumlah penyusutan tersebut sama dengan 14 bulan usia penuaan seseorang, atau 2,5 bulan pada pengidap penyakit alzheimer.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Artikel Populer