Siberia – Hewan purba bertubuh besar memiliki belalai dan taring yang panjang, Mammoth, ternyata memang nyata keberadaannya. Hal itu dibuktikan oleh penemuan para peneliti, yang mendapatkan tubuh bayi Mammoth di Siberia.





Bayi mamoth "Yuka" yang ditemukan di Siberia ini di perkiranan hidup 10.000 tahun yang lalu, disini para ahli sedang meneliti mummi dari bayi mamoth. (Dok. Dailymail

Diperkirakan Yuka berumur dua setengah tahun pada saat mat

Yuka, bayi mamoth yang memiliki bulu pirang, dan ini adalah penemuan pertama di dunia


Rambut yang panjang hanya tersisa di bagian kaki. Sedangkan belalainya yang panjang, masih utuh tak terpotong. Belalai itu menyerupai yang ada pada gajah, hanya yang membedakan adalah rambut panjang di sekujur tubuh Mammoth.


Tubuh bayi Mammoth itu merupakan yang pertama kalinya ditemukan oleh para ilmuwan, setelah sekian lama memprediksikan kemungkinan mengenai keberadaan hewan itu di bumi. Menurut para ilmuwan, bayi Mammoth yang ditemukan itu kemungkinan bekas buruan manusia yang lapar dan dirampas dari mulut singa, sekitar 10 ribu tahun yang lalu.


Mamoth Yuka yang berbulu ini memiliki tinggi yang setara dengan gajah afrika


Dugaan tersebut disimpulkan ilmuwan berdasarkan pada potongan luka yang teratur yang disebabkan oleh irisan manusia, dan luka serangan singa di tubuh bayi Mammoth yang dinamakan 'Yuka' oleh para ilmuwan.


"Ada bukti yang dramatis, yang menunjukkan perjuangan hidup dan mati si Yuka yang diserang oleh beberapa predator puncak, yang kemungkinan dilakukan oleh singa," ujar Profesor Daniel Fisher, pakar ilmu bumi dan lingkungan dari Universitas Michigan, seperti yang dilansir dari Dailymail, Rabu (4/4).


Yuka yang telah diawaetkan dengan kondisi yang sangat baik


'Yuka' ditemukan pertama kali oleh para pemburu Siberia dan diserahkan kepada organisasi yang meneliti mengenai Mammoth. Saat diburu, 'Yuka' diperkirakan masih berusia dua tahun, dan sudah terkubur selama 10 ribu tahun.


Sebagian besar jaringan lunak di tubuh 'Yuka' yang masih utuh disebabkan oleh pengawetan alami oleh kondisi dingin yang tetap. Penemuan ini memberi angin segar bagi para peneliti, untuk mengetahui lebih jauh mengenai hewan purba yang diperkirakan hidup di zaman es itu.


Penemuan Yuka ini akan dicatat sebagai bagian film dokumenter BBC, Mammoth.


Menurut Kevin Campbell, ketua asosiasi professor di Universitas Manitoba, penemuan itu adalah sangat langka dan memiliki makna besar. Karena, selama ini sisa-sisa tubuh Mammoth yang ditemukan hanya berbentuk tulang dan retakan gading.