Selasa, 03 April 2012

lubang hitam menelan dan melemparkan planet


 Simulasi komputer menunjukkan bahwa gravitasi lubang hitam bisa melemparkan planet keluar dari orbitnya.

Planet yang terlempar lumrahnya akan bergerak dengan kecepatan 11-16 juta km per jam. Namun, bisa saja kecepatan mencapai 48 juta km per jam.

"Planet-planet itu akan menjadi benda tercepat yang bergerak di galaksi kita," kata Avi Loeb, peneliti di Harvard Smithsonian Center for Astrophysics di Massachusets, Amerika Serikat, seperti dikutip BBC, Jumat (23/3/2012).

Perlu diketahui, dengan kecepatan itu, planet bergerak 450 kali lebih cepat daripada kecepatan revolusi Bumi mengelilingi Matahari. Dengan kecepatan itu, manusia bisa pergi dari London ke New York hanya dalam waktu kurang dari 1/2 detik, atau bisa pergi ke Bulan dalam waktu hanya 30 detik.

Bagaimana planet bisa terlempar?

Peristiwa ini bisa dialami oleh planet yang ada dalam sistem bintang ganda atau tata surya yang memiliki dua bintang.

Jika tata surya tersebut ada di dekat lubang hitam, maka lubang hitam akan memakan salah satu bintang. Sementara itu, bintang lain akan terlempar jauh dengan kecepatan super-tinggi.

Planet-planet pengorbit bintang yang dimakan itulah yang bisa terlempar.

Menurut para astronom, terlemparnya planet ini pernah diobservasi tujuh tahun lalu. Astronom mendeteksi adanya benda angkasa yang bergerak keluar dari Bimasakti dengan kecepatan 2,4 juta km per jam.

Lubang Hitam Memakan Asteroid


 Lubang hitam disebut sebagai objek semesta yang memiliki gravitasi tinggi serta sanggup menelan apapun, tak terkecuali cahaya. Ketika sebuah benda langit ditelan lubang hitam, benda itu akan menguap. Sebagai jejaknya, pancaran sinar X yang terang akan dihasilkan.

Astronom telah mengobservasi pancaran sinar X di sekeliling lubang hitam Galaksi Bimasakti, Sagitarius A*. Observasi dilakukan sejak tahun 1999 dengan Chandra X-Ray Observatory serta Very Large Telescope European Southern Observatory di Chile.

Pendataan yang dilakukan menunjukkan bahwa pancaran sinar X bisa terjadi setiap hari. Pancaran bisa bertahan selama satu jam hingga lebih. Kadang terdapat pancaran sinar X yang ratusan kali lebih terang dari biasanya.

Kini, riset oleh tim peneliti dari University of Leicester yang dipimpin Kastytis Zubovas menunjukkan bahwa pancaran sinar X bisa berkaitan dengan asteroid. Dengan kata lain, lubang hitam memakan banyak asteroid.

Berdasarkan data Chandra X-Ray Observatory, ada beberapa triliun asteroid yang terdapat di sekeliling Sagitarius A*. Jarak asteroid sedikitnya 160 juta kilometer dari cawan akresi, cincin gas panas di lubang hitam.

Pada suatu waktu, karena tertarik oleh gravitasi, asteroid akan mendekati lubang hitam dan akhirnya tertelan. Asteroid akan masuk cawan akresi dan menguap, persis ketika sebuah asteroid atau meteor masuk ke atmosfer Bumi dan terbakar.

Sebelumnya, diperkirakan hanya asteroid berukuran lebar minimal 10 km saja yang bisa menghasilkan pancaran sinar X yang terang. Namun, berdasarkan riset ini, asterois yang lebih kecil pun bisa menghasilkannya.

Lalu, darimana jutaan asteroid di sekeliling Sagitarius A* berasal? Peter Edmonds, astronom yang bertanggung jawab pada proyek Chandra X-Ray Observatory mengatakan bahwa kemungkinan asteroid merupakan curian dari sebuah tata surya.

"Asteroid kemungkinan dikeluarkan dari tata surya tertentu dan kemudian ditarik di awan asteroid di dekat lubang hitam," jelas Edmond dikutip National Geographic, Kamis (9/2/2012).

Lubang Hitam Monster Ditemukan



Tim peneliti yang dipimpin oleh astronom Universitas California, Berkeley, menemukan dua lubang hitam super besar, mengalahkan ukuran lubang hitam terbesar yang ada sekarang.

"Mereka seperti monster. Kami tidak menyangka menemukannya karena mereka lebih masif dari yang bisa diperkirakan dari karakteristik galaksinya," kata Chung Phei Ma, astrofisikawan Berkeley yang terlibat penelitian, kepada AP, Senin (6/12/2011).

Satu lubang hitam berada di galaksi NGC 3842, di kluster Leo, berjarak 320 juta tahun cahaya dari Bumi. Ukuran lubang hitam itu sekitar 9,7 juta kali massa Matahari.

Lubang hitam kedua yang ditemukan berada di galaksi NGC 4889, di kluster Coma. Berjarak 335 juta tahun cahaya dari Bumi, ukuran lubang hitam ini sekitar 10 juta kali massa Matahari.

Begitu besarnya, dua lubang hitam tersebut mengalahkan lubang hitam di galaksi elips Messier 87 yang memiliki ukuran 6,3 juta kali massa Matahari.

Sementara, menurut Nicholas McDonnel, pemimpin peneliti, dua lubang hitam terbesar yang ditemukan berukuran 2.500 kali lubang hitam di galaksi Bimasakti.

Ma menjelaskan, "Dua lubang hitam supermasif ini memiliki massa yang sama dengan quasar muda, dan mungkin merupakan missing link antara quasar dan lubang hitam supermasif yang kita lihat sekarang."

Lubang hitam adalah obyek yang punya daya tarik kuat sehingga cahaya pun tak bisa lepas darinya. Hampir setiap galaksi memiliki lubang hitam. Kuasar adalah obyek paling jauh dan paling terang di semesta.

Penemuan lubang hitam ini memberikan pertanyaan baru bagi para ilmuwan, bagaimana lubang hitam tumbuh. Ilmuwan mengatakan bahwa pertumbuhan lubang hitam mungkin dipengaruhi oleh ukuran galaksi. "Kita tahu bahwa galaksi yang besar adalah gabungan dari galaksi yang lebih kecil. Lubang hitam di pusat galaksi bisa bergabung menjadi yang lebih besar," kata ma, seperti dikutip Space.

"Tapi, lubang hitam juga bisa tumbuh besar dengan mengisap gas. Ini seperti menyatakan apakah anak tumbuh tinggi karena orangtua yang tinggi atau karena makan banyak bayam," ujar Ma.

Penelitian ini akan dipublikasikan di jurnal Nature, Kamis (8/12/2011). Ma mengatakan, penemuan lubang hitam yang lebih besar lagi masih dimungkinkan.

Sumber :
AP/SPACE.com


Sumber :
National Geographi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Artikel Populer