Minggu, 01 April 2012

masa puberitas di sekolah 2

Honeeeyyy… aaaahhhh saaakkkkiiittt..!” Nafasnya memburu, terasa liang vaginanya yang sempit itu basah melumasi Mr. P ku yang masuk dan menyentuh sesuatu batas, selaput dara. Aku bingung sejenak untuk berusaha menguasai diriku. “Tanggung Ton.. terusin aja…” bisikan hatiku lagi.
Sambil mengatur nafas, aku diam beberapa saat sambil memandang gadis perawanku yang cantik ini.
“Sayang… kamu apa udah siap…?” aku berbisik di depan bibirnya yang sensual, reaksinya membuat aku tertegun. Dia angkat pantatnya sehingga Mr. P ku masuk penuh ke dalam vagina indah itu, tiba-tiba kedua kakinya melingkar di pinggangku dan sekaligus menjepitnya. “Luar biasa ini gadisku yang perawan!” pujiku dalam hati. Aku langsung goyangkan pantatku maju mundur perlahan-lahan tetapi pasti, makin lama makin cepat, kukecup sudut bibirnya, ujung dagunya. Nafasnya dan nafasku tidak karuan lagi iramanya.
“Honey… oooohhh… teeerrruss… ssshhhhhttt…” erangannya makin keras. Gerakan pantatnya yang bulat makin menjadi-jadi. Kupeluk Lusi dengan erat karena aku mulai merasakan denyut-denyut gila Mr. P ku di bagian kepalanya. Gerakan otot vagina Lusi yang menghisap Mr. P ku setiap gerakan mundur membuat aku benar-benar tidak tahan. Rasanya belum lama penetrasiku, tiba-tiba Lusi menjerit lirih disertai pagutannya di bahuku sebelah kanan serta jepitan kedua pahanya di pinggangku.
“Haooonnneyyyy… aaakkkhhh…” Aku tidak bisa menahan lagi kenikmatan badaniah ini, di mana kurasakan seluruh Mr. P ku terbenam di liang vaginanya. Ini ML yang paling gila dan paling edan yang pernah kulakukan sampai saat itu. Aku mengalami orgasme hebat bersama Lusi, gadis kecilku, anak SMA dan yang telah kuperawani. Spermaku keluar menyemprot di dalam vagina lembutnya bersamaan dengan pahanya yang mulus menjepit pinggangku dengan kuat tanda dia mengalami hal yang bersamaan denganku. Kami berpagutan, berkecup, berpelukan, tanpa sehelai benang pun menutupi tubuh-tubuh telanjang kami.
Beberapa saat, kami berpelukan seolah-olah tidak akan melepaskan satu sama lain. Kuputar tubuhku sehingga posisi kami berdua berhadapan berdampingan tanpa melepaskan pelukan kami masing-masing. Peluh kami berdua mengalir membasahi punggung, leher, dada, perut dan hampir seluruh tubuh.
“Sayang.. buka dong matanya..” kataku lembut sambil mengelus pipinya, menyentuh bibirnya dengan ibu jariku sewaktu melihat dia dengan matanya yang masih menutup. Menikmati atau berusaha menyadari apa yang baru saja terjadi, mungkinkah? Dia membuka mata coklat tua yang indah dan berkaca-kaca. Perlahan-lahan dia memandang ke arah mataku, dua butir air mata mengalir dari mata yang indah itu.
“Honey…” suaranya terdengar lembut sambil jarinya mengusap pipi dan bibirku.
“Kamu sayang sama Lusi kan..?” katanya lagi dengan agak tersedan manja. “Iyaa sayang.. saya sayang kamu.” jawabku dengan tetap mengelus pipi dan bibirnya yang sensual indah itu. Kuusap tetesan air matanya dan kami saling mengelus muka masing-masing dengan penuh kasih dan cinta.
” Lusi ngga nyesel lakukan sama kamu.. karena Lusi sayang dan cinta sama kamu honey…” katanya lagi dengan lembut.
“Saya juga sayang sama Lusi.. kamu ngga nyesel kan dengan apa yang kita lakukan tadi..?” tanyaku lagi. Dia mengangguk pelan tetapi pasti dan tersenyum manis. Kupeluk dia dan kukecup keningnya, bibirnya dan kugigit kecil sudut bibirnya, dia mencengkram rambutku sambil membalas kecupanku di bibirnya.
Perlahan-lahan kami saling melepaskan diri dan secara refleks kami berdua melirik ke arah pangkal paha kami masing-masing. Kami termenung sejenak melihat seprei tempat tidurku basah dan ada bercak merah.
“Honey.. Lusi takut.. ada darah di…” dia berkata dengan ekspresi wajah khawatir. Segera kupegang kedua belah pipinya dan melekatkan pandanganku ke matanya.
“Jangan takut sayang.. itu tandanya kamu masih suci, saya yang pertama melakukan dan akan bertanggung jawab atas perbuatanku, jangan khawatir sayang.” jawabku dengan tenang dan pasti dan langsung kembali kupeluk dia sambil mengecup keningnya. Dia membalas pelukanku. Kami berpelukan seolah-olah tidak akan saling melepaskan. Aku bangun dan meraih bajuku dari lantai segera kubersihkan tubuh Lusi, di pangkal pahanya, vaginanya, sambil memandang tersenyum puas kepadanya. Dia pun bangun dan ikut membereskan bajunya yang berserakan di atas lantai.
Kami berdiri berhadapan, saling berpandangan mesra dengan tubuh telanjang. Kupeluk Lusi, dia membalas pelukanku dan kami berpagut lembut mesra. Kugandeng tangannya, kami berjalan beberapa langkah mendekati lemari pakaianku, kuambil CD yang bersih. Tanpa sadar Lusi terlihat termenung memadangiku.
” Lusi sayang.. udah sore sayang..” aku berkata mengingatkannya juga menyadarkan diriku sendiri sambil menyodorkan CD-ku yang bersih. Dia tersentak dan terlihat pandangan yang lucu waktu matanya melihat CD-ku yang kusodorkan kepadanya.
“Buat siapa..?” tanyanya heran.
“Ya buat kamu.. masa kamu mau pakai CD kamu yang udah basah dan lengket?” aku jawab sambil menahan tawa geli, dasar anak kecil. Dia tersadar dan merajuk manja serta merta memelukku, menyembunyikan wajahnya di dadaku.
“Aaahhh.. honey.. Lusi jadi malu kan..?” sergahnya manja. Kutuntun Lusi duduk di tempat tidurku, kukenakan CD cowok putihku. Lucu juga melihat cewek pakai CD cowok. Lusi memakai baju dan rok mininya kembali. Kemudian aku sendiri berpakaian.
“Sayang, saya mau tahu, kok kamu mau melakukan ini sama saya? ngga takut hamil..?” tanyaku serius sambil memandang matanya yang indah itu. “Lusi mau karena Lusi sayang kamu.. honey kan udah janji ngga akan meninggalkan Lusi.. iyaa kan?” jawabnya sambil memeluk leherku. “Sekarang udah sore. Mau pulang nggak?” tanyaku sambil memeluk pinggangnya. Dia memandangku sambil tersenyum sendu melingkarkan tangannya di leherku sambil mengangguk pelan.
CD-nya yang berwarna pink masih tergeletak basah di atas tempat tidurku. Kuambil sambil kuciumi, dia berusaha merebutnya dari tanganku tetapi kutahan tangannya.
“Ini milik saya untuk selama-lamanya..” kataku tegas sambil menatap matanya yang cantik berbinar-binar itu.
“Jangan… itu kotor dan bau kan..?” sergahnya.
“Biaaariiin… kotoran yang cantik dan bau yang haruuummm.. kenang-kenangan dari gadis kecilku yang cantik.” jawabku sambil mengecup bibirnya yang sensual. Cepat-cepat aku melepaskan diri dan melemparkan CD pink itu ke dalam lemari pakaianku, kututup, kukunci. Dia terdiam dan tersenyum cerah. Kuantarkan Lusi pulang kerumahnya, jam menunjukan jam 18:00. Kami berkasih mesra hampir 5 jam di rumahku, edan, gila dan sebagainya. Sore itu aku merasakan bahagia sekali…
Waktu terus berjalan dengan indahnya… sampai ketika waktu liburan kenaikan kelas, saya disuruh jaga rumah saudara, soalnya saudara saya itu pada pergi ke luar negeri jalan jalan ke Africa mau ketemu macan kali ya… hahahahaha. Malam minggu nya karena saya gak bisa kemana-mana, akhirnya Lusi yang datang nga pel in saya di rumah saudara saya itu. Kita ngobrol kesana-kemari dan saya bilang kalau saya kangen dia. Tak tahunya pancingan saya berhasil juga, dia berkata sambil menyenderkan kepalanya di pundak saya
“Saya juga kangen…” mendengar itu saya langsung mendekati dia dan berbisik padanya
“Kamu malam ini cantik say…?” sebelum menyelesaikan ucapan saya, saya sudah langsung di sambut dengan ciuman dibibir yang hangat. Seketika itu saya kaget, tapi dengan cekatan tangan saya merangkul dia dan menyambut ciumannya.
Satu kata pun tak terucap selama 5 menit pertama dari mulut kita masing-masing. Lalu sambil meneruskan ciuman tadi, tangan kiri saya mengambil bantal dan menidurkan dia sambil diteruskan membuka kaosnya. Setelah saya membuka kaosnya, tubuh Lusi bener-bener mulus tak ada satupun cacat ditubuhnya. Lama saya memandangi tubuh mulus itu, tapi Lusi sudah tak sabar, dia langsung menarik kepala saya ke susunya dan menyuruh untuk ngisep puting susunya itu. Tanpa basa-basi saya pun ngisep puting dan saya jilati sambil gigit kecil di seluruh susunya sampai dia mengerang keasyikan
“Sayang… ooohhh… terusin aaahhhh… ssshhttt… enak say”.
Sambil mengisep-ngisep susunya Lusi, tangan kanan saya membuka sabuk dan menurunkan resleting celananya, terus tangan saya masuk ke CD nya dengan pelan-pelan dan menggosok-gosok dengan pelan klitrosnya yang sudah basah.
“Sayang jangan dulu, sabar ya say…” tangan dia menghentikan saya untuk meneruskan kegiatan tadi, dan dia mendorong tubuh saya sampai keadaan saya berbalik, dia diatas dan saya dibawah. Dia langsung membuka celana saya dan mencari-cari Mr. P yang sudah sedari tadi tegang.
“Sayang saya kangen sama ini kamu say..,” dia langsung menjilati kepala Mr. P dan mengisep dengan lembut
“Sayang yang dalam say…”
“Susah say mulut saya cuma sampai setengah doang” dia berusaha muasin saya dengan menyedot dari pelan sampe keras
“Aaaahhh… terus say… emmmmhhhhh” dia memaksa melumat Mr. P ku yang gede ke mulutnya, sampai-sampai kepala dan batang Mr. P ku kena giginya, tapi itu semua membuat saya mengerang keasyikan.
“Udah dong Lus… entar keburu keluar, ga asyik kan” setelah itu saya langsung menidurkan Lusi dan membuka celana dan cdnya yang sedari tadi masih tergantung di sekitar paha. Saya langsung menuntun Mr. P gede ini masuk ke bibir mulut goa Lusi. Blesss… tanpa menunda lagi Mr. P saya sudah masuk ke vagina Lusi yang hangat dan masih menjepit Mr. P ku, meski sudah ga perawan lagi tapi memeknya masih sempit dan enak banget di Mr. P ku.
“Aaaahhh… Saaayyy… ooohhh enak say… saya merasa seperti waktu kamu perawanin dulu.” “Aaahhh… sssttthhh… ooohhh… ” saya terus mengenjot pantat ke vaginanya
“Terusin say… yang cepat… aaahhhh…, cepet lagi say… saya maaauuu… keluuuaaarrr… aaahhh…”
Saya mempercepat gerakannya dan Lusipun mengimbangi irama saya. Dan saya pun mau keluar
“Aaahhh… ssshhhtt… saya keluar sayyy…”
“Sebentar say… bentar lagi saya juga mo keluar nih”
“Aaahh… terus Lus… ooohhh…”
Setelah itu kami saling memeluk, dan selang beberapa menit, saya dan Lusi kembali ML. Kami melakukan itu dari jam 5 sore sampe 10 malem sampai 5 ronde. Enak banget rasanya memek Lusi itu. Setelah selesai saya mengantar dia pulang ke kos anya, dan setelah itu kami selalu meluangkan waktu untuk bercinta lagi. Baik itu di rumahnya kalau keadaan nya memungkin kan atau di kos an saya.
Beberapa hari setelah itu saya bertemu dengan Ratna, dengan suaranya yang sangat pelan dan malu malu, dia mengatakan ingin ML sama saya. Saya waktu itu merasa kaget dan rada bingung juga, akhirnya dia cerita kalau dia juga mau merasakan enaknya ML seperti waktu saya melakukan itu dengan Lusi dan saya diminta untuk mengajarinya. Dia saya ajak ke kos an saya. Dan disana saya ajak untuk nonton VCD porno di komputer saya. Mulanya dia malu-malu untuk melihat adegan hot di komputer saya itu. Lalu saya tiup dengan pelan dibalik telinganya, reflek tangan dia memegang erat tangan saya sambil menggigit bibir
“Aaaahhhh… ttteeerrruuusss Tonn… ajarin saya ya…” saya langsung menyambut bibir Ratna yang sedari tadi mengigit-gigit bibirnya sendiri.
Sambil melumat bibir sexy Ratna, kedua tangan saya meremes-remes susunya yang besar itu, Lalu saya menuntunnya duduk di springbed sambil membuka kancingnya satu persatu. Setelah bosen ngelumat bibirnya yang sexy, saya turun ke susunya yang sedari tadi sudah terbuka menunggu jamahan bibir saya.
“Gelliiii Ton… terusin, ahhhhh… sssshhhhttt…. aaaahhhhh…,” waktu itu saya menjilat-jilat sekitar susunya terus ke putingnya dan diakhiri dengan sedotan panjang dan gigitan.
“Ton kamu memang pinter buat aku terangsang, aaahhhhh… terusin… saya suka….” sambil tangan saya menyerosotkan celana jeansnya
“Ton sekarang ngapain…???” sambil memelas mesra
“Kita coba ikuti yang tadi di komputer” langsung aja kita ngelakuin gaya 69. Buset dah Mrs.V nya wangi banget dan bersih rapi dan sudah dipenuhi cairan kentel yang baunya khas.
Saya jilatin Mrs.V Ratna sambil sekali-kali menyedotnya. Dan Ratna pun dengan cekatan mengocok Mr. P saya.
“Sssshhhhhh.. Naaa… enak… terusin dong… yang cepat say…”
“Sama juga Ton… teeerrruuuss enak banget, dah ga tahan rasanya mo kencing aaaahhhh… ssshhhh… ton aku mau keluar nih” crot,..crot,..crot,.. Mrs.V nya ngeluarin cairan kentel yang banyak dan tumpah di sekitar bibir saya. Rupanya Ratna termasuk type perempuan yang sangat panas dan liar dalam bermain cinta. Itulah justru yang kelak membuatku demikian tergila-gila kepadanya. Setiap kali aku berniat berhenti, bayangan erotisme Ratna membuatku justru ingin mengulang-ulangnya kembali.
Sambil itu saya langsung menyedotnya dengan cepat dan sretttttt
“Ssshhhhttt Tooonnn… enak banget….. serasa melayang” setelah Ratna organisme saya langsung ngubah gaya ke gaya tradisional, saya diatas dan dia dibawah.
“Ratna sudan siap…? “
“Terusin aja Ton aku sudah ga tahan.” dengan bantuan tangan Ratna saya menemukan juga lubang yang masih perawan itu. Kepala Mr.P saya udah saya deketin ke bibir Mrs.V Ratna, dan perlahan-lahan saya coba masukin. Tapi ah… gagal, coba lagi …. gagal juga
“Kenapa Ton… cepet dong, dah ga kuat nih, aku pengen ngerasain Mr. P mu yang gede itu”
“Sabar ya Na… gua lagi coba nih” saya buka sedikit bibir Mrs. V Ratna dengan kedua jari kanan saya. Dan akhirnya blessssss…
“Aaahhhh… sakit Toonnn…”
“Sebentar juga enak kok” perlahan-lahan Mr. P saya maju mundurkan hingga cairan kental dari Mrs.V Ratna memperlicin gerakan maju mundurnya Mr. P saya.
“Ssshhhhhttt… enak perih perih sakit… aaaahhh… ooohhh terusin Ton… percepet… ssshhhttt…”.
Setelah lancar Ratna pun mengimbangi dengan pinggulnya yang maju mundur keatas. Enak banget waktu itu, Ratna Mrs.V kamu memang masih perawan.
“Aaaahhhh… aaaahhhhh… sssshhhttt…. ooooohhhh… Tooooonnnn” saya terus saja menggenjot Mrs.V nya Ratna dengan cepet dan sebelum Ratna organisme saya mencabut Mr. P saya
“Ton! kok di cabut….” tapi saya tak menghiraukan perkataan Ratna, saya langsung mengangkat kaki kiri Ratna ke atas dan saya langsung menusuk lagi dari pinggir ke Mrs.V nya.
“Oooohhhhh… Tooonnn kamu memang hebat, ini lebih asyik, Mrs. V ku rasanya penuh aaaahhh… ooohhhh… ssshhh…” saya menggenjot dengan keras, sampai terdengar bunyi plok plok plok….
“Naaa… ssaayyaaa…mmmaaauuu… keeeluuuaaarrr…. Dimana ngeluarinnya Na….?”
“Didalem aja Ton… ga pa-apa, aku pengen ngerasain semuanya “
“Kamu nanti hamil…”
“Gak apa-apa…”
“Pinggul mu majuin ya”
“Aaaaah… ssshhhttt… Ton aku juga mau keluar nih, bareng ya aaahhhh….”
“Aaaahhhh…. ssshhhhttt…. oooohhhh….” kita keluar sama-sama
“Ton hangat benar air mani kamu di dalam memek ku.”
“Memek ku rasanya gatal gatal enak… aku jadi pengen lagi Ton ” tapi saat itu Mr. P ku dah mulai lemes, tapi karena Ratna meminta lagi. Saya bilang untuk mengocok dan mengulum Mr. P oleh mulutnya. Akhirnya Mr. P tegang lagi setelah menerima perlakuan yang enak dari Ratna.
“Ton kontolmu dah tegang lagi, masukin lagi yaaa” saya langsung nyuruh dia nungging dan saya dimasukin Mr. P lewat belakang.
“Ooohhhh… Ton… enak banget… kamu emang pinter… aaahhhh…. aku ga sia-sia ngorbanin keperawananku sama kamu, kamu memang hebat” saya langsung aja maju mundurkan dengan cepat dari belakang
“Sssshhhhh…. aaahhh… ” plak….plak…plak pantat Ratna sama selangkangan aku ngeluarin bunyi. Berulang kali sambil tanganku menampar pantat Ratna, dan Ratna pun keasyikan tak merasakan sakit malah keenakan dengan saya menampar pantatnya itu
“Aaaahhh… ssshhhhttt… terusin Ton… oooohhhhhh enakkk ” kami melakukannya dengan berbagai gaya dan berulang-ulang, sampe-sampe Ratna nginep di kos an saya, dan paginya juga kita ML lagi sampe siang. Bener-bener membuat saya kecapean tapi mengasyikan. Kemudian hari-hari selanjutnya Ratna selalu meminta lagi perlakuan sex dari ku, kadang-kadang kita bolos dan langsung kekhostanku untuk ML lagi.
Saat itu hari senin, aku di kos sendirian. Teman-temanku menjalani aktivitas masing-masing. Siang itu saya sedang asyik melamun di kamar mandi sambil membayangkan indahnya tubuh Lusi. Seiring dengan khayalanku yang semakin indah aku mulai mengocok-ngocok Mr. P ku dengan perlahan, busa sabun yang melumuri kontolku terasa nikmat sekali, gerakanku semakin cepat dan mencoba mencapai puncak kenikmatan secepatnya, Tapi karena hari ini aku sedang gak berapa mood, aku agak susah keluar, aku lihat kepala Mr. P ku sampai memerah… tapi tiba-tiba saja.. “Brakkk” pintu terbuka dan menyembullah wajah Poopy, aku kaget setengah mati, begitu pula dia sampai berteriak, Aku segera mencari celanaku, tapi sialnya karena pintu terbuka jelas aku nggak bisa mengambil celanaku yang berada dibalik pintu kamar mandi.
“Poppy… kamu sama siapa…??? tanpa menghiraukan Mr. P ku yang masih ereksi,
“Ooowww….” jerit nya, tapi aneh nya dia masih berdiri dan kulihat pandangan matanya tertuju pada Mr. P ku yang masih mengacung menunjuk langit-langit. dan tanpa disangka-sangka dia langsung masuk ke kamar mandi dan mengunci pintunya,
“Ehh, kamu mau ngapain?” aku masih kebingungan atas sikapnya.
“Kamu tenang aja Ton” kata Poppy.
Dia langsung menanggalkan seluruh pakaiannya dan telanjang bulat didepanku, aku pun mulai menyadari keinginannya. Aku yang masih mengenakan baju langsung dilepaskannya dan Poppy langsung dengan liarnya menciumi seluruh tubuhku, tangannya langsung saja menggenggam Mr. P ku dan menarik-nariknya dengan keras. Sungguh nikmatnya luar biasa.
“Ton, kontol kamu gede, bikin saya puas yah?”
Akupun tak bisa tinggal diam, seluruh ilmuku selama ini segera kupraktekan. Aku mulai melumat bibir nya sambil tanganku bermain di kedua susunya yang membusung padat. Putingnya yang kecil dan kemerahan aku pilin-pilin, kadang aku usap perlahan, bibir dan lidahku terus menjalar menelusuri leher dan melumat kedua susunya yang montok. Poppy hanya mengerang pelan, seluruh bagian tubuh Poppy tak ada yang luput dari jilatanku, mulai dari jari tangan, leher, buah dada, perut, pinggul, pantat, Mrs.V nya yang lebat sampai paha dan jari kakinya aku jilat dan cium.
Dan saat lidahku bermain di Mrs.V nya dia mengangkat sebelah kakinya ke bathub dengan begitu aku semakin leluasa menyedot klitoris nya dan memasukkan lidahku kedalam Mrs.V nya, Poppy meremas remas rambutku semakin kuat, sambil terus menjilat kedua tanganku meremas dan memilin kedua p uting susunya.
“Aaahhh… Tonnn…” rambutku terasa mau tertarik dari akarnya saat Poppy melepas orgasmenya yang pertama. Aku tak begitu perduli, aku terus menciumi seluruh bagian tubuhnya dan saat aku menciumi punggungnya, Mr. P ku terasa nikmat terganjal diantara belahan pantatnya yang besar, tapi mungkin Poppy sudah naik lagi nafsunya, dibimbingnya senjataku dari belakang,
“Tekan Tonnn… aaahhhh…” aku langsung memajukan pingggulku dan Mr. P ku terasa memasuki lorong hangat yang sempit
“Aaahhh…, enak Ton, terus yang dalam” Poppy semakin meracau sementara aku sendiripun merasakan nikmat yang luar biasa, jepitan Mrs.V nya terasa sekali meremas batang Mr. P ku,
Perlahan aku gerakkan pinggulku maju mundur, sementara tanganku tak tinggal diam meremas dan memilin puting susunya. Kian lama gerakanku semakin cepat, seluruh urat syarafku terasa agak kaku dan aliran darahku semakin cepat. Aku sengaja menahan hasratku, supaya aku gak cepet keluar sampai Poppy orgasme 8 kali dan mengalami berbagai macam gaya barulah aku mulai merasakan spermaku sudah terasa di ujung Mr. P ku,
“Pop.. saya mau keluar”
“Sebentar, Ton.. tahan” Dia lalu menggerakan pinggulnya kedepan sehingga Mr. P ku tercopot, dia langsung mengocok Mr. P ku dengan tangannya yang halus, sementara bibir dan lidahnya menggelitik ujung dadaku dengan rakusnya. Nafasku bagai terhenti saat dengan kuatnya dia melumat ujung dadaku dan mempercepat kocokan tangannya di Mr. P ku, akhirnya seluruh tubuhku bagai merinding dan bergetar saat spermaku terpancar dengan beberapa kali denyutan-denyutan kenikmatan di seluruh Mr. P ku. .
Kulihat Poppy tersenyum puas,
“Ton, kamu termasuk hebat dalam urusan ini, besok-besok lagi, yah?” aku hanya mengangguk, dan tanpa banyak kata-kata lagi Poppy langsung mengenakan pakaiannya kembali dan meninggalkanku sendirian di kamar mandi.
Saya menerima masukan dari siapa saja untuk membuat cerita saya makin erotis dan makin asyik dan untuk para wanita (single, menikah, tante, gadis, cewek) yang ingin bertukar pengalaman SEX / ML, denagn syarat kita harus saling jaga rahasia. Hubungin email saya gue_8989@yahoo.com; tapi kalau saya sedang ada waktu dan mood nya lagi bagus loh.
T A M A T

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Artikel Populer