Selasa, 03 April 2012

Perayaan Earth Hour dijakarta

Keindahan jakarta pada waktu malam


JAKARTA. Perayaan Earth Hour yang akan memuncak Sabtu (30/3/2012) mengajak masyarakat menyadari pentingnya penghematan energi dan kaitannya dengan emisi karbon dan perubahan ikllim.

WWF Indonesia sebagai koordinator mengajak masyarakat untuk tak cuma hemat energi dengan mematikan lampu 1 jam dari pukul 20.30-21.30, tapi juga melanjutkannya sebagai gaya hidup.

Pertanyaannya, sudah seberapa hemat dan "hijau" hidupmu? Bagaimana mengevaluasi gaya hidup saat ini dan melihat apa saja yang harus ditingkatkan setelah Earth Hour?

WWF mengembangkan "WWF Footprint Calculator". Kalkulator ini melihat gaya hidup dari pola konsumsi, pilihan moda transportasi dan lainnya yang bermuara pada informasi emisi karbon yang dihasilkan.

Dengan kalkulator tersebut, setiap orang bisa mengevaluasi gaya hidupnya sehingga membantu strategi perubahan gaya apa yang harus dilakukan setelah Earth Hour.

Kalkulator bisa diakses di footprint.wwf. Pengguna tak perlu menghitung, tapi cukup dengan menjawab pertanyaan sesuai dengan gaya hidup saat ini.

Salah satu pertanyaan yang diaukan adalah soal makanan. Misalnya, apakah mengkonsumsi makanan lokal serta apakah cenderung memakan daging atau sayuran.

Hal lain adalah apakah memilih transportasi umum atau pribadi serta frekuensi melakukan perjalanan pribadi. Terkait rumah, pertanyaan yang diajukan adalah cara penghematan energi yang dilakukan.

Terakhir adalah pertanyaan seputar barang-barang yang dimiliki, misalnya perangkat elektronik, gadget, perhiasan, hewan piaraan dan sebagainya.

Di akhir, setiap pengguna akan diberi gambaran jumlah emisi karbon per tahun. Pengguna diberikan ilustrasi bahwa manusia hanya punya 1 planet dan apakah Bumi saja cukup menopang gaya hidupnya.

Seberapa "Hijau" Hidupmu? cari tahu dan perbaiki setelah perayaan Earth Hour.

Earth Hour, Kaum Muda Harus Perhatikan Gaya Hidup



JAKARTA, KOMPAS.com - Earth Hour akan dirayakan Sabtu (31/3/2012) di 26 kota di Indonesia. Masyarakat diminta mematikan lampu dan peralatan listrik yang tidak diperlukan mulai pukul 20.30-21.30.

Di sejumlah perayaan Earth Hour yang dikoordinasi oleh WWF Indonesia, komunitas yang terdiri dari kaum muda banyak terlibat. Ini menandai kesadaran kaum muda tentang gaya hidup hijau dan hemat energi.

Namun demikian, menurut Verena Puspawardani, Verena Puspawardani, Koordinator Kampanye Iklim dan Energi WWF Indonesia, secara umum, gaya hidup kaum muda belum mencerminkan apa yang diperjuangkan.

"Kalau kita lihat dari gaya hidupnya, banyak yang sebenarnya belum begitu efisien," kata Verena saat dihubungi Kompas.com, Kamis (30/3/2012).

Gaya hidup yang tak ramah lingkungan dan inefisien bisa dilihat dari pilihan transportasi yang digunakan, pola konsumsi serta penggunaan gadget.

Momen Eaarth Hour menjadi kesempatan bagi kaum muda untuk melihat lagi gaya hidupnya. menurut Verena, ada beberapa hal yang bisa dilakukan secara sederhana.

"Misalnya dalam penggunaan gadget, sekarang anak muda banyak memakai. Bisa dimulai jika baterai sudah penuh, alat charge bisa langsung dicabut," jelas Verena.

Cara lain adalah menghemat konsumsi air, mengurangi konsumsi plastik saat belanja, melilih moda transportasi umum serta memakai sepeda atau berjalan kaki dalam jarak dekat.

Verena menuturkan, "Perbaikan pada anak muda ini peranannya penting karena akan menentukan gaya hidup sampai mereka tua. Apa yang dilakukan anak muda bisa menuai hal positif ke depan."

sumber:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Artikel Populer