Sabtu, 17 November 2012

Budidaya Ikan Koi

Koi terhitung ikan hias eksotis yang makin banyak penggemarnya,tak hanya dipelihara sebagai hobi, koi juga dapat jadikan tempat usaha yang menjanjikan.Sudah pasti untuk mereka yang betul-betul serius menekuninya. tak hanya pesona warna serta lekukannya yang indah, kelebihan lain dari koi yaitu keelokan yang dipertontonkan ketika menyembul serta melompat ke atas air. sungguh sesuatu panorama yang istimewa untuk yang hobi memeliharanya.

Perihal yang perlu di perhatikan saat akan memijahkan ikan koi yaitu ketersediaan kolam, persediaan induk koi, penyediaan pakan benih, serta perlakuan seleksi yang ketat.
Kolam Pemijahan 
Kolam pemijahan mustahil jadi satu dengan kolam taman. kolam pemijahan mesti memiliki pintu pemasukan serta pintu pengeluaran air tersendiri. tak hanya itu, semua kolam mesti diplester serta dapat dikeringkan dengan prima,luas kolam pemijahan beragam.Untuk kolam sempit bisa memakai kolam seluas 3-6 m2 dengan kedalaman 0, 5 m. 
Lokasi kolam cukup memperoleh cahaya matahari, tidak terlampau ribut, terlindung dari jangkauan anak-anak serta binatang peliharaan lain.Siapkan juga kolam penetasan telur serta perawatan benih. kolam penetasan, memiliki bentuk dapat persegi panjang atau bulat. bila kolam bulat, diameternya pada 1, 5-2 m.

Satu kolam lagi bila ada, yakni kolam untuk menumbuhkan pakan alami yang digunakan untuk lmensuplai pakan benih bila kuning telurnya sudah habis. kedalaman kolam lebih kurang 30 cm. luas kolam pada 6-10 m2, cukup cukup.

Untuk yang mempunyai duit cukup, dinding kolam dapat dilapis vinil yakni bahan yang biasa untuk bikin bak fiberglass. dengan susunan vinil, kolam-kolam tersebut lebih terjamin kebersihannya serta dampak dari semen dapat dihilangkan.

Seleksi Induk
Syarat utama induk yaitu calon induk telah masak kelamin serta masak tubuh. masak kelamin berarti induk jantan telah membuahkan sperma serta induk betina telah membuahkan telur yang matang,artinya dengan fisik mereka telah siap jadi induk-induk produktif.

Syarat lain fisiknya sempurna, tidak cacat. sirip-siripnya lengkap, juga sisiknya. gerakannya anggun, seimbang, tidak loyo. usia jantan sekurang-kurangnya 2 th., betina sekurang-kurangnya 3 th.Betina semakin besar dibanding jantan, perutnya tampak semakin besar dibanding punggung. jantan sebaliknya, lebih langsing serta perutnya rata bila dipandang dari punggung. sirip induk jantan siap kawin dapat nampak bintik-bintik putih.

Seekor induk betina berpasangan dengan 2 atau 3 induk jantan. bila seekor betina cuma diberi seekor jantan di kolam pemijahan kemudian takdisangka jantannya mandul, akhirnya gagal pemijahan. dengan sediakan stock jantan kian lebih satu, kegagalan pemijahan dapat dihindari.

Dianjurkan untuk tidak memakai stock induk yang sangat bagus, dikarenakan keturunannya umumnya buruk. anak keturunannya belum pasti sebagus induknya. yang dipijahkan baiknya koi biasa saja, namun tetap mempunyai karakter-sifat unggul, layaknya warnanya pekat. pada waktu seleksi benih, kedepannya dapat dipilih mana yang bagus serta mana yang diafkir.

Persiapan Kolam
Pertama kali yang perlu disiapkan untuk pemijahan yaitu kolam. kolam dikeringkan di bawah terik matahari. pintu pemasukan dipasang saringan untuk menghindar telur yang barangkali hanyut.

Telur koi melekat ( adesif ) karakternya. umumnya koi dapat bertelur di bawah tanaman atau bahan apa saja yang dapat digunakan untuk tempelkan telurnya.Oleh karenakan itu siapkan penempel telur yang cukup supaya telur koi dapat selamat.

Penempel telur dapat memakai kakaban, yang digunakan untuk memijahkan ikan mas. kakaban dibikin dari ijuk yang dijepit dengan bilah bambu serta dipaku. kakaban yang baik terbuat dari ijuk yang panjang serta rata, panjang 120 cm lebar 40 cm. jumlah kakaban yang dibutuhkan sesuai dengan besar induk betina, umumnya 4-6 buah untuk tiap-tiap 1 kg induk betina.

Supaya dapat mengapung, kakaban disusun diatas sepotong bambu yang tetap utuh. diataskakaban diberi bilah bambu serta diikat supaya himpunan kakaban tidak tercerai-berai saat pasangan induk memijah. Sebelum saat dipasang, kakaban dibersihkan, dicuci, serta dibilas supaya terbebas dari lumpur.
kakaban dipasang sesudah kolam diisi air. air senantiasa mengalir ke kolam pemijahan untuk merangasang pasangan koi yang dapat memijah. tak hanya kakaban, area penempel telur dapat juga memakai tanaman air layaknya hydrilla yang disusun atau potongan tali rafia sebagai pengganti ijuk.

Proses Pemijahan
Induk dimasukkan lebih kurang jam 16. 00 serta dapat mulai memijah sedang malam. induk betina dapat berenang melingkari kolam dengan diikuti induk jantan di belakangya. semakin lama gerakan mereka semakin seru.Induk jantan tempelkan badannya saat ikuti induk betina. pada puncaknya, induk betina dapat mengeluarkan telurnya dengan sesekali meloncat ke hawa. kegiatan betina ini segera diikuti jantan eluarkan cairan sperma.
Telur-telur yang terkena sperma dapat melekat pada kakaban atau bahan penempel telur yang lain serta sulit terlepas. juga ada beberapa telur uyang jatuh ke basic kolam. perkawinan selesai saat pagi hari. induk segera dipisah dari telurnya. bila terlambatm telur dapat habis dimakan induknya.

Ada dua langkah untuk memisahkan induk dari telur yang dihasilkan. pertama, memindahkan induk dari kolam pemijahan serta terus membiarkan telur menetas di kolam tersenur. langkah ke-2 memindahkan telur ke kolam penetasan. langkah pertama lebih praktis dikarenakan lebih menghemat tempat ( kolam ).

Untuk menghindar supaya tidak diserang jamur, telur-telur direndam dulu dalam larutan malachyt green dengan konsentrasi 1/300. 000 sepanjang 15 menit sebelum saat ditaruh di kolam penetasan. saat dapat merendam telur-telur ini, baiknya kakaban digoyang-goyangkan pada air supaya kotoran yang barangkali menutupi telur dapat lepas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Artikel Populer