Minggu, 18 November 2012

Budidaya Udang Windu

Udang windu adalah di antara komoditas unggulan indonesia. Rasa udang windu yang manis serta berukuran besar bikin komoditas ini disukai oleh pasar internasional. Kisaran harga udang windu dapat meraih 150 ribu per kilogram untuk isi 10-15 ekor udang windu. Pemerintah sudah menambah tujuan produksi udang windu pada th. 2010 mendatang jadi 377.645 ton sesudah th. 2009 ditargetkan sebesar . 100 ton (sumber : kompas 28/11/09). 

Ekspor udang windu sekarang ini yaitu amerika serikat, jepang serta uni eropa. bersamaan dengan pola mengonsumsi penduduk dunia yang lebih suka makanan organik, maka hasil budi daya udang windu dengan pola pemeliharaan organik bikin udang windu mempunyai kesempatan yang besar di terima pasar.

Kriteria budi daya udang windu
Udang windu adalah hewan yang pas dipelihara pada tempat tambak di tempat selama tepi pantai dengan struktur tanah liat atau tanah liat berpasir agar bisa menahan air. suhu air berkisar pada 26 hingga 30 derajat celcius, salinitas 15-30 ppt. tak hanya itu lokasi tambak udang windu diupayakan steril dari zat-zat kimia pencemar, terhitung bakteri coli yang kerap didapati pada lokasi dekat wc. maka diupayakan wc ada jauh dari areal tambak. udang windu bebas zat kimia dapat gampang di terima pasar eksport.

Persiapan tempat tambak udang windu
Persiapan tambak udang windu mempunyai tujuan untuk menambah mutu lingkungan, serta produktivitas tempat, eliminasi faktor-faktor yang tidak beri dukungan kelangsungan hidup udang serta mengoptimalkan sebagian factor yang berikan dukungan untuk perkembangan serta kelangsungan hidup udang windu.
 
Konstruksi tambak udang windu diupayakan dapat menahan air, dapat buang air limbah, dapat memelihara mutu air, serta tambak bisa dikeringkan dengan gampang serta prima. tanah basic tambak mesti dalam situasi yang cocok untuk kehidupan
 
Serta perkembangan udang. perihal ini dikarenakan beberapa besar waktu hidup serta melacak makan udang ada di tanah basic tambak. untuk mengusahakan perihal tersebut persiapan tempat untuk menebar udang windu meliputi aktivitas :
- pengeringan tempat, mempunyai tujuan supaya gas-gas sisa metabolit bisa menguap.
- pembalikan tanah pada tambak, ini dikerjakan untuk menyempurnakan sistem oksidasi pada tanah.
- pengapuran dikerjakan apabila ph tanah kurang dari 6. 0
- pemupukan dengan pupuk organik, untuk menanggung ketersediaan pakan alami untuk udang windu.

Pengairan tambak udang winduSesudah tempat tambak untuk udang windu siap dipakai waktunya berikan pangairan pada tambak. perihal yang butuh di perhatikan yaitu sumber air mesti bebas dari polutan beresiko serta tidak sangat mungkin masuknya hama pada udang windu. pada pintu masuk air menuju tambak butuh diberi penyaring terlebih dulu. mutlak juga dikerjakan biofiltrasi pada air tambak, dengan biofiltrasi air dapat disaring dengan alami hingga situasi air betul-betul bersih serta sehat. biofiltrasi dapat memanfatkan tanaman bakau serta tanaman yang lain yang dapat menyerap residu beracun pada air.

Penentuan bibit udang windu
Benih udang windu dipilih menurut sebagian syarat tersebut :
  1. Warna : warna tubuh transparan, kecoklatan atau kehitaman, punggung tidak berwarna keputihan atau   kemerahan.
  2. Gerakan : gerakan berenang aktip, menentang atau menyambut arus, condong mendekat ke arah sinar ( fototaksis positif ).
  3. Kesehatan serta situasi tubuh : situasi tubuh benur yang sehat sesudah meraih ukuran pl 10 organ-organ tubuhnya lengkap,maxilla, mandibulla, antenulla serta ekor buka, hepato pancreas transparan, usus penuh serta gelap.
  4. Responsif pada rangsangan : benur dapat menjentik menjauh karenanya ada surprise atau bila wadah sampel benur diketuk, dan dapat berenang mendekati sumber sinar bila ada rangsangan sinar, dan responsip pada pakan yang didapatkan.
Penebaran dikerjakan saat pagi atau sore hari untuk hindari stress dengan terlebih dulu letakkan kantong benih di sudut tambak dengan perlahan-lahan.

 Pengaturan pemberian pakan
  1. Penghitungan jumlah pakan dapat dikerjakan dengan fcr balik yakni membagi fcr yang telah ditargetkan membagi masing – masing bln. ( bln. i – iv ).
  2. Pemberian pakan pada benih yang baru ditebar dihitung sebagai perumpamaan 100. 000 pl kali 0, 01 gr = 1. 000 gr. untuk tambak yang gersang ( miskin pakan alami ) diberikan 100% biomass setiap saat makan ( 1 kg ). untuk tambak yang kaya dapat zooplankton pemberian 50% biomass.
  3. Langkah pemberian pakan, pada bln. awal pemeliharaan pakan dalam wujud crumble, maka butuh dibasahi sedikit supaya tidak tertiup angin, dan gampang tenggelam ke dalam air.
Pemberian pakan bisa ditambahkan atau dikurangi dari pakan yang semestinya jika ada pada situasi seperti berikut :
  1. 5 – 7 hari menyambut purnama pakan ditambah 10%.
  2. Pada waktu purnama atau situasi moulting massal yang ditandai dengan banyaknya cangkang yang didapati dipermukaan air atau diancho, maka pakan dikurangi sejumlah 10 – 20%.
  3. Pada waktu suhu kurang dari 250 c ( pada situasi awal hari/musim bediding lebih kurang juli – september di pulau jawa ) pakan dikurangi 30%.
  4. Penurunan mutu air layaknya : ph kian lebih 8, 9 ; alkalinitas kurang dari 100 ppm ; oksigen kurang dari 2, 5 ppm pakan diberikan cocok dengan laju mengonsumsi di anco serta kegiatan udang melacak pakan disepanjang pematang ( tabel 13 ). Apabila dijumpai grup ukuran udang yang tidak sama pada bln. ke-2 atau ketiga, udang besar diberi pakan cocok dengan prosentase populasinya, 1/2 jam lantas diberikan untuk porsi udang yang kecil. langkah ke-2 pakan dibagi atas porsi masing–masing ukuran serta diberikan serentak.
Panen udang winduUdang windu bisa dipanen pada umur lebih kurang 4 bln.. panen baiknya dikerjakan saat malam hari supaya udang yang dipanen tidak cepat rusak dikarenakan suhu tinggi. sebagai konsekuensinya fasilitas penerangan mesti disiapkan dalam jumlah yang cukup. jika konstruksi tambak ideal, serta fasilitas panen memenuhi maka panen bisa dikerjakan setiap waktu cocok dengan keperluan.  

sumber :
DEPARTEMEN KELAUTAN DAN PERIKANAN

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Artikel Populer