Jumat, 28 Desember 2012

Tips Budidaya Ikan Hias Live Bearer


Tips Budidaya Ikan Hias Live Bearer -Arti dari hobi jadi usaha saat ini bukan hanya ungkapan tanpa kenyataan belaka, tetapi saat ini telah banyak yang menunjukkan bahwa berawal dari satu hobi yang sepanjang ini berkonotasi menghamburkan duit beralih jadi suatu hal yang bisa dihandalkan untuk menambah pundi-pundi duit anda. atau bila anda bukan hanya di antara peminat satu hoby spesifik, tak ada salahnya bila anda memakai kesempatan dari kegemaran penduduk umum pada suatu hal. di antaranya kegemaran dapat ikan hias. ikan hias cukup dikenal oleh penduduk sebagai hiasan akuarium. di antara pengadaan ikan hias ini yaitu dengan langkah membudidayakan. perubahan ikan hias di indonesia alami kemajuan yang terus meningkat, terlebih ikan hias air tawar asli indonesia. kesempatan usaha budi daya ikan hias ini tetap mempunyai prospek yang cerah untuk dikembangkan.  

Dari sekian banyak type ikan hias, tidak seluruhnya sudah bisa dibudidayakan. saat menernakkan ikan hias mesti di perhatikan bahwa tiap-tiap type memiliki karakter serta rutinitas hidup yang berlainan, contohnya didalam langkah pemijahan, bertelur maupun menyusun sarangnya. budi daya ikan live bearer ini amat gampang serta memiliki tingkat kesuksesan yang tinggi. untuk satu gunakan ikan bisa membuahkan 50 hingga 100 ekor ikan untuk satu kali pemijahan, dengan harga perekor Rp. 500, - hingga Rp. 1000, -. type ikan ini juga adalah ikan hias yang bisa di ekspor contohnya : ikan guppy. 

Dengan umum langkah perkembangbiakkan ikan hias ada sebagian jenis, yakni : 
  • ikan-ikan hias yang beranak. 
  • ikan-ikan hias yang bertelur berserakan. 
  • ikan-ikan hias yang letakkan telurnya pada satu subtrat. 
  • ikan-ikan hias yang menetaskan telurnya didalam sarang busa. 
  • ikan-ikan yang mengeramkan telurnya didalam mulut. 

Khusus didalam penjelasan di bawah ini, kita cuma dapat mengulas tentang langkah-cara pemeliharaan ikan hias yang beranak ( live bearer ) saja, layaknya perumpamaannya : 
  • ikan guppy ( poecilia reticulata guppy ) 
  • ikan molly ( poelicia latipinna sailfin molly ) 
  • ikan platy ( xiphophorus maculatus platy ) 
  • ikan sword tail ( xiphophorus helleri sword tail ) 
Tanda-tanda induk ikan jantan serta ikan betina 
  • ciri induk jantan 
  • memiliki gonopodium ( berbentuk tonjolan di belakang sirip perut ) yang disebut modifikasi sirip anal yang berbentuk jadi sirip yang panjang. 
  • tubuhnya ramping. 
  • warnanya lebih cerah. 
  • sirip punggung lebih panjang. 
  • kepalanya besar. 
Ciri induk betina 
  • di belakang sirip perut tak ada gonopodium, namun berbentuk sirip halus. 
  • tubuhnya gemuk 
  • warnanya kurang cerah. 
  • sirip punggung biasa. 
  • kepalanya agak runcing. 
Banyak hal yang butuh di perhatikan didalam pemeliharaan ikan hias bearer yaitu : 
  • air yang dibutuhkan yaitu air yang cukup memiliki kandungan oksigen ( o2 ) serta jernih. 
  • suhu air berkisar pada 15 – 270c. 
  • ph yang disukai agak sedikit alkalis, yakni berkisar 7 – 8. 
  • makanan yang didapatkan bisa berbentuk makanan alami ( cuk, cacing, kutu air ) serta makanan buatan, diberikan secukupnya. 


Metode/teknik pemijahan ikan : 
Penentuan induk ikan. pastikan induk yang berukuran relatif besar, wujud tubuh yang mengembung dan memiliki warna yang indah. 
Induk-induk yang sudah dipilih dimasukkan didalam satu bak untuk sebagian gunakan induk. tetapi jika menginginkan keturunan spesifik bisa juga dikerjakan dengan langkah memisahkan didalam bak tersendiri sepasang­-sepasang. 
Bak-bak pemijahan mesti dikontrol tiap-tiap hari. sesudah lahir, anak-anak ikan mesti cepat-cepat di ambil serta dipisahkan dari induknya supaya tidak dimakan oleh induknya. 

Metode perawatan benih ikan bearer yaitu : 
Anak-anak ikan yang baru lahir belum memerlukan makanan, dikarenakan tetap memiliki kandungan kuning telur ( yolk egg ). sesudah 4 – 5 hari anak ikan baru bisa diberi makanan berbentuk kutu air yang telah disaring, atau kuning telur yang sudah direbus serta dihancurkan. 
sesudah meraih ukuran medium ( 2-3 cm ) bisa diberikan makanan cacing, setelah meraih ukuran dewasa ( 5 – 7 cm ) bisa diberi makanan cuk. Di samping makanan alami bisa juga diberi makanan tambahan berbentuk cacing kering, agar-agar dan lain-lain.

Pemberian makanan baiknya 2 kali 1 hari, sebaiknya janganlah terlalu berlebih, dikarenakan bisa mengakibatkan pembusukan yang bisa mengakibatkan kerusakan mutu air. 
perubahan air. air didalam bak atau akuarium jangan sempat kotor/keruh, dikarenakan bisa mengakibatkan kematian anak ikan. kotoran bisa dibersihkan tiap-tiap 2 ~ 3 hari sekali dengan langkah disiphon, air yang terbuang pada saat penyiphonan sejumlah 10 ~20% bisa diganti dengan air yang baru. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Artikel Populer