Senin, 17 Desember 2012

Tips Budidaya Ikan Manfish (Angel Fish)

Manfish atau yang dikenal juga dengan arti angel fish datang dari perairan amazon, amerika selatan. manfish ( pterophyllum scalare ) tergolong ke didalam famili cichlidae, memiliki tanda-tanda morfologis serta rutinitas seperti berikut : 
  • Mempunyai warna serta type yang bervariasi
  • Wujud tubuh pipih, dengan tubuh layaknya anak panah
  • Sirip perut serta sirip punggungnya membentang lebar ke arah ekor, hingga terlihat sebagai busur yang berwarna gelap transparan
  • Di bagian dadanya ada dua buah sirip yang panjangnya menjuntai hingga ke sisi ekor. 
  • Melindungi serta membuat perlindungan keturunannya. 
  • Berbentuk omnivorus 
  • Tergolong gampang terima beragam type makanan didalam beragam wujud serta sumber
Sebagian type ikan manfish yang dikenal serta sudah berkembang di indonesia diantaranya yaitu : diamond ( berlian ), imperial, marble serta black-white.
 
Diamond  berwarna perak mengkilat hingga hijau keabuan. di bagian kepala atas ada warna kuning sampai coklat kehitaman yang menyusur hingga sisi punggung. manfish imperial memiliki warna basic perak, namun tubuhnya dihiasi empat buah garis vertikal berwarna hitam/coklat kehitaman. manfish marble mempunyai warna campuran hitam serta putih yang membentuk garis vertikal. namun manfish black-white memiliki warna hitam menghiasi separuh tubuhnya sisi belakang, serta warna putih menghiasi separuh sisi depan terhitung sisi kepala.
 
Pengelolaan induk Ikan manfish bisa jadikan induk sesudah umurnya meraih 7 bln. dengan ukuran panjang ± 7, 5 cm. untuk meraih hasil yang maksimal, induk mesti dikelola dengan baik diantaranya dengan pemberian pakan yang baik layaknya jentik nyamuk, cacing tubifex, atau chironomous. disamping itu dikarenakan induk ikan manfish amat sensitif pada serangan penyakit, maka butuh diberikan perlakukan obat dengan periodik obat yang biasa dipakai diantaranya oxytetracycline serta garam.

Sebelum saat dipijahkan, induk manfish dipelihara dengan massal ( jantan serta betina ) terlebih dulu didalam 1 akuarium besar ( ukuran 100x60x60 cm3 ). sesudah masak telur, induk manfish dapat berpasangan serta memisahkan dari ikan yang lain. induk yang berpasangan tersebut telah bisa di ambil serta dipijahkan pada area pemijahan.
 
Disamping itu bisa dikerjakan, yakni memasangkan induk manfish dengan segera sesudah tahu induk jantan serta betina. induk jantan dicirikan dengan ukuran tubuh yang semakin besar dibanding dengan induk betina. kepala induk jantan tampak agak besar dengan sisi pada mulut ke sirip punggung berupa cembung, dan wujud badan lebih ramping dibanding dengan ikan betina. sesaat induk betina dicirikan oleh ukuran tubuh yang lebih kecil serta wujud kepalanya yang lebih kecil dengan sisi perut yang semakin besar/gemuk dan tampak agak menonjol.


Tehnik pemijahan Pemijahan dikerjakan di akuarium berukuran 60x50x40 cm3 dengan tinggi air ± 30 cm. ke didalam 
Akuarium tersebut diberikan aerasi untuk menyuplai oksigen.
ikan manfish dapat tempelkan telurnya pada substrat yang halus, contohnya potongan pipa pvc yang sudah disiapkan/ditempatkan didalam akuarium pemijahan. dikarenakan ikan manfish condong suka situasi yang gelap serta tenang, maka pada dinding akuarium bisa ditempelkan kertas atau plastik yang berwarna gelap.

Induk manfish dapat memijah saat malam hari. induk betina tempelkan telurnya pada substrat serta diikuti ikan jantan yang menyemprotkan spermanya pada seluruh telur, hingga telur-telur tersebut terbuahi. jumlah telur yang dihasilkan tiap-tiap induk berkisar pada 500-1000 butir. sepanjang masa pemijahan tersebut, induk terus diberi pakan berbentuk cacing tubifex, chironomous atau daphnia.

Penetasan telur serta pemeliharaan larva Telur yang melekat pada substrat setelah itu dipindahkan ke akuarium penmetasan telur ( berukuran 60x50x40 cm3 ) untuk ditetaskan. pada air media penetasan baiknya ditambahkan obat anti jamur, diantaranya methyline blue dengan dosis 1 ppm. untuk melindungi stabilitas suhu, maka ke saat media penetasan telur tersebut dipakai pemanas air ( water heater ) yang dipasang pada suhu 27-28oc.

Telur manfish dapat menetas sesudah 2-3 hari, dengan derajat penetasan telur berkisar 70-90%. setelah itu paralon area penempelan telur diangkat serta dikerjakan perawatan larva sampai berusia ± 2 minggu.
 
Pakan yang didapatkan sepanjang pemeliharaan larva tersebut berbentuk pakan alami yang cocok dengan bukaan mulut larva serta mempunyai kandungan protein yang tinggi, diantaranya nauplii artemia sp. pakan tersebut diberikan 2 kali 1 hari ( pagi serta sore ) sampai larva berusia ± 10 hari serta dilanjutkan dengan pemberian cacing tubifex.

Pendederan serta pembesaran
Sesudah berusia ± 2 minggu, benih tersebut bisa dikerjakan penjarangan untuk lantas dikerjakan pendederan hingga ikan berusia 1bulan.

Langkah selanjutnya yaitu memanen benih tersebut untuk dipindahkan ke didalam bak/wadah pembesaran. didalam perihal ini bisa dipakai bak fiber atau bak semen, bergantung wadah yang ada. sepanjang masa pembesaran, diupayakan supaya ada aliran air ke didalam wadah pembesaran meskipun sedikit. padat penebaran untuk pembesaran ikan manfish berkisar 100 ekor/m2. pakan yang didapatkan berbentuk cacing tubifex atau pellet hingga benih berusia ± 2 bln.. ukuran yang dicapai umumnya berkisar 3 - 5 cm. bila pakan serta mutu air beri dukungan, sintasan pada saat pembesaran bisa meraih 70-90%. setelah itu benih manfish bisa dibesarkan lagi sampai meraih ukuran calon induk atau induk dengan padat penebaran yang lebih kecil.

Penyakit serta penanggulangannya 
Ikan manfish dikenal cukup sensitif pada serangan penyakit, karenanya dibutuhkan pengelolaan dengan baik dengan melindungi mutu air serta jumlah pakan yang didapatkan. sebagian type parasit yang biasa menyerang benih/induk manfish diantaranya yaitu : trichodina sp., chillodonella sp. serta epystilys sp. namun bakteri yang menginfeksi yaitu aeromonas hydrophilla.
 
Sebagian type obat yang bisa dipakai untuk menanggulangi serangan penyakit parasitek diantaranya : formalin 25%, nacl 500 ppm. namun untuk penyakit bakterial bisa dipakai oxytetrachycline 5 - 10 ppm dengan langkah perendaman 24 jam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Artikel Populer