Rabu, 09 Januari 2013

Apakah Vampir Itu Benar-benar Ada ??



[imagetag]

Apakah vampir benar ada? Adakah penjelasan sainsnya? Jauh dari takhayul, ada penjelasan biologi dan antropologi pada kondisi yang menyebabkan takut pada makhluk itu.

Menerapkan sains pada makhluk fiksional bukan hal yang baru, kata Dr Katherine Ramsland, seorang dosen psikologi forensik di universitas DeSales dan penulis buku "The Science of Vampires."

Mengenai mitos tersebut ia mempelajari apakah hal ini berangkat dari sebuah mitologi yang ditujukan pada ketakutan akan mati, pengetahuan yang kurang atas pembusukan tubuh, sebuah penyakit menular yang tak dapat dijelaskan, atau sebuah gejala penyakit mental yang dikenal sebagai "Vampirisme Klinis" ? "

Untuk mengetahui kebenarannya, maka berpaling pada sains untuk mengetahui dengan akurat, makhluk yang sering digambarkan dalam film tersebut.

Beberapa elemen dari mitos vampir didasarkan sekitar fakta, yang digabungkan ke dalam keseluruhan kondisi yang menakutkan. Penggambaran vampir sebagai makhluk yang gelap, dan sangat sensitif terhadap sinar matahari merupaan kasus untuk orang-orang yang menderita porfiria.

Kondisi ini merupakan yang sebuah alergi manusia terhadap matahari yang dapat menyebabkan kulit tebakar dan membengkak.

Porfiria sangat langka sekali, namun tidak dengan dengan polymorphic light eruption. Ini merupakan jenis reaksi alergi yang ditandai oleh pembentukan gelombang dan ruam gatal pada kulit yang terkena sinar matahari. Tapi sebenarnya bukan alergi terhadap matahari, melainkan reaksi imun.

Vampir sering dianggap abadi, namun Ramsland mencoba menjelaskan aspek mitos ini sebagai apa yang sering disebut ilmuwan dengan "sel keabadian." Proses penuaan sebagian didasarkan pada umur sel-sel tubuh, selama mereka terus membagi, manusia akan tetap muda, dan struktur dalam sel yang disebut telomerase bersama dengan unsur kimiawai dalam tubuh kita dapat berperan besar dalam menjaga keremajaan tubuh.

Hal lain yang sering dikemukakan adalah meminum darah. kecuali jika mereka memiliki kekurangan zat besi seperti anemia, menurut catatan Dr Manuel Alvarez, editor kesehatan di FoxNews.com.

Hal ini mungkin tidak menjelaskan mitologi vampir, tetapi bisa menjelaskan salah satu karakteristik yang terkait dengan makhluk-makhluk.

Sumber

#bcfda5

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Artikel Populer