Selasa, 08 Januari 2013

Cara Menyikapi Teman Yang Menjadi Atasan

Bermacam hal bisa terjadi di dunia kerja yang dinamis. Antara lain, teman dekat Anda yang suatu hari dipromosikan jadi atasan. Yang dulu teman, kini jadi atasan. Harus bagaimana?

Berdamai dengan diri sendiri 
Mungkin saja ada sedikit percikan rasa iri ketika teman Anda kini menjadi atasan. Kenapa dia dan bukan Anda? Perasaan ini amat wajar. Tapi jangan lama-lama bergelut dengan rasa iri. Terimalah kenyataan. Berbahagialah buat teman Anda, dan tunjukkan dukungan.

Sebagai bos, dia mungkin akan menunjukkan kepribadian yang belum pernah Anda lihat sebelumnya. Berusahalah bersikap positif dan jangan malah menyebarkan desas-desus negatif tentang teman Anda. 

Batasan baru 
Hubungan Anda di luar kantor bisa jadi tetap sama. Tapi di dalam pekerjaan, ada batasan baru yang mungkin bisa membuat Anda kesal. Dia mungkin tak lagi bisa bergosip asyik tentang bos-bos yang mengesalkan atau isu-isu di kantor yang berhubungan dengan manajemen. Dia juga tak bisa sembarangan membocorkan info tentang kebijakan baru di kantor. 

Jangan memaksa ia untuk memberi informasi spesial hanya karena Anda temannya. Sebagai bagian dari manajemen, ia kini punya kode etik yang wajib dipatuhi. Jika Anda tak bisa mengerti itu, bisa jadi hubungan Anda akan dipenuhi salah pengertian. Begitu juga sebaliknya, Anda tak lagi bebas membahas pembicaraan karyawan tentang perusahaan atau para atasan. Nanti Anda bisa dianggap sebagai pengkhianat oleh rekan-rekan kerja. 

Kenali batasan baru mana yang boleh dan tidak untuk dilakukan dengan sahabat Anda di kantor. Untuk menjaga hubungan Anda tetap nyaman, hindari terlalu banyak membahas masalah pekerjaan saat berada di luar kantor. Walau kelihatannya menyenangkan, lama-lama hal tersebut bisa merusak dan menganggu.

Perubahan hubungan 
Anda dan dia mungkin tak bisa sesering dulu bersama-sama. Teman Anda kini punya rekan-rekan baru yang juga harus dijaga hubungannya. Karena itu jangan merasa tersisih jika ia sekali-sekali lebih memilih pergi makan siang bersama supervisor atau manajer lain. Anda juga harus memulai membuka hubungan baru yang lebih baik dengan rekan sekerja lain.

Hubungan Anda kini bukan lagi rekan sekerja tapi bawahan dan atasan. Karena itu jangan marah jika ia sekali-sekali bersikap tegas atau memberikan teguran. Tentu hal tersebut juga tak mudah baginya. Tapi sebagai atasan, itu adalah salah satu tanggungjawabnya. Bersikaplah objektif. Serap kata-katanya dengan baik dan pikirkan perbaikan yang harus Anda lakukan.

Jangan berfokus pada kekesalan akibat ditegur teman, tapi perhatikanlah apa isi pembicaraannya. Jika memang apa yang diucapkannya ada benarnya maka sebaiknya terimalah dengan hati lapang. Bersiaplah juga terhadap hubungan kerja bawahan-atasan lainnya yang akan datang. Di sinilah pentingnya Anda berdamai dengan diri sendiri dan menerima posisi baru teman Anda sebagai si bos baru.

Jangan berharap keistimewaan
Jangan berharap banyak keuntungan atau fasilitas tambahan ketika memiliki teman yang menjadi bos. Bisa lolos dari penilaian buruk walau kinerja menurun, bisa sering terlambat kantor, atau diberi kelonggaran dalam peraturan tak bisa Anda harapkan datang dari teman Anda yang kini menjadi atasan. Dipercaya memegang posisi baru tentu membuat ia harus membuktikan kalau dirinya memang pantas dipercaya.

Jika terlibat dalam perdebatan tentang pekerjaan, jangan terbawa perasaan pribadi. Usahakan tetap objektif dan fokus pada isi diskusi. Intinya, jangan berharap ada perlakuan spesial dari si bos karena dia adalah sahabat Anda. Bersikaplah realistis kalau ini adalah tempat kerja dan semua orang perlu berusaha keras untuk bertahan dan mendapat penilaian baik. Termasuk Anda, sahabat si bos.

Sumber: yahoo.co.id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Artikel Populer