Kamis, 10 Januari 2013

Rancangan Tuhan Itu Indah bagi Manusia

 
Ketika Anda mengalami duka nestapa dalam hidup ini, apa yang Anda lakukan? Tentu saja banyak dari Anda yang berusaha untuk mengatasi duka nestapa itu. Namun ada pula yang membiarkan diri dikuasai oleh duka nestapa itu.

Ada seorang gadis yang sangat dimanja oleh ibunya. Hal itu terjadi karena sang ibu merasa bahwa putrinya itu anak yang lahir secara istimewa. Betapa tidak? Putrinya itu lahir prematur dengan berat badan yang sangat ringan. Ia mesti hidup di dalam incubator selama beberapa bulan. Membesarkan dan memberi hidup kepada gadis itu diperlakukan secara istimewa pula. Karena itu, sang ibu sangat menyayanginya.

Perhatian dan kasih sayang itu berdampak sangat dalam terhadap jiwa gadis itu. Ketika sang ibu meninggal dunia, gadis itu mengalami shock yang berat. Batinnya terasa sakit yang tiada tara. Orang yang selama ini mencintainya telah pergi untuk selamanya. Ia seolah-olah kehilangan pegangan hidup.

Batin gadis itu terasa sakit seperti disayat-sayat sembilu. Ia merasa seolah-olah dirinya tidak berharga sama sekali. Padahal ia masih memiliki sang ayah yang juga sangat mencintainya. Kakak-kakaknya pun sangat peduli terhadap dirinya.

Suatu hari ia berkata kepada ayahnya, “Ibu adalah bagian dari diri saya yang tidak bisa dipisahkan. Cinta ibu sangat besar bagi diri saya. Saya belum sempat membalas kebaikan ibu, tetapi dia telah pergi untuk selamanya.”

Ayahnya berkata, “Tetapi kamu tidak bisa terlalu lama berlarut-larut dalam duka. Kamu tidak harus membalas cinta ibumu. Cinta dan semangat ibumu telah ada di dalam dirimu. Sekarang cinta itu mesti kamu curahkan kepada orang-orang lain yang ada di sekitarmu. Kami semua juga menyayangimu seperti ibumu mencintaimu.”

Mendengar penjelasan ayahnya, gadis itu tertegun. Airmatanya jatuh satu satu membasahi wajahnya. Airmata kerinduan terhadap sang ibu. Tetapi juga airmata yang memberi secercah harapan. Ia ingin bangkit. Ia tidak ingin berlama-lama dalam duka nestapa.

Sahabat, kehilangan orang-orang yang dekat dan mencintai kita itu sesuatu yang memilukan. Bisa membuat orang mengalami penderitaan yang dalam. Orang merasa kesepian karena cinta yang begitu besar seolah-olah lenyap dari hidupnya. Orang merasa seolah-olah tidak berguna dalam menjalani hidup ini.

Kisah tadi mau mengatakan bahwa cinta begitu kuat bagi sesama manusia. Perhatian, sentuhan, bisikan atau setiap tutur kata memberi inpirasi bagi hidup. Gadis itu menderita oleh cinta yang ia terima selama bertahun-tahun. Tetapi cinta itu sebenarnya mesti ia kembangkan dan sebarluaskan dalam hidupnya.

Bagi kita, rencangan Tuhan bagi manusia itu indah dan tak terselidiki. Rancangan Tuhan itu hadir dalam perjalanan hidup kita. Rancangan Tuhan itu hadir dalam diri orang-orang yang kita cintai. Namun sering kita lupa atau kurang menyadari bahwa Tuhan menghadirkan rancangan dan kasihNya kepada kita.

Di saat kita mengalami kegalauan hati, kita merasa Tuhan begitu jauh. Di saat kita mengalami penderitaan, kita merasa seolah-olah Tuhan tidak peduli terhadap hidup kita. Akibatnya, kita mengalami keterpurukan dalam hidup ini. Kita merasa stress. Kita merasa penyakit sedang menggerogoti seluruh hidup kita.

Karena itu, yang kita butuhkan adalah memohon rahmat penyertaan dari Tuhan. Kita buka hati kita, agar selalu diisi oleh kasih Tuhan yang berlimpah-limpah. Kita mesti sadar bahwa kasih Tuhan itu hadir dalam diri sesama kita. Kasih Tuhan tidak pernah menjauh dari diri kita. Kasih Tuhan selalu hadir dalam diri kita.

Mari kita berusaha untuk terus-menerus menghidupi kasih Tuhan itu dalam perjalanan hidup kita. Dengan demikian, hidup ini menjadi suatu kesempatan untuk memuji dan memuliakan Tuhan. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales SCJ

KOMSOS KEUSKUPAN AGUNG PALEMBANG

927

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Artikel Populer