Jumat, 01 Februari 2013

Budidaya Ikan di Pekarangan Rumah


Budidaya Ikan di Pekarangan Rumah (akuariumhias) -Bikin kolam ikan bisa dikerjakan dengan dua langkah, yaitu : langkah sederhana gali tanah yang sudah ditentukan dengan bangunan non permanen serta langkah moderen membuat tanggul dengan permanen. ke-2 cara itu tiap-tiap mempunyai keunggulan serta kelemahannya bergantung pada situasi lingkungan di sekelilingnya, serta factor social ekonomi setempat. 

Mengetahui type ikan. 
Type - type ikan yang lazim diusahakan di kolam sederhana pada tempat pekarangan yaitu : ikan gurami, ikan tawes, ikan grass carp, ikan mujiar, ikan nila, ikan karper serta ikan lele dumbo. 

a. Ikan gurami. 

Ikan gurami ( osphronemus gouramy ) mempunyai prospek cerah dengan harga cukup mahal. ikan gurami bisa dibudidayakan dengan baik mulai di atas permukaan laut, dengan suhu air maksimal pada 24 C – 28 C. 

Ciri - ciri ikan gurami jantan yaitu seperti berikut : 
1. dahinya bertombol serta berwarna kekuning - kuningan. 
2. ke-2 belah rusukbagian belakang membentuk sudut tumpul. 
3. seluruh sisik agak terbuka serta pada sirip terlihat urat - urat rambut berwarna kemerah-merahan. 

Namun ciri - ciri ikan gurami betina yaitu seperti berikut : 
1. siripnya berwarna kehitam-hitaman 
2. sisi perut di belakang sirip dada membesar 
3. usia induk yang baik pada 4 th. hingga 5 th. serta beratnya 2 kg. 
4. lama bertelur ikan gurami pada 2 hari - 3 hari. jumlah telur pada 1. 000 butir hingga 3. 000 butir. sesudah 10 hari, telur tersebut menetas. 

Anak ikan gurami mengonsumsi binatang renik yang hisup sebagai periphyton, larva semut, larva rayap, bungkil kelapa, serta cincangan daun.
b.Ikan tawes. 

Ikan tawes ( puntius gonionotus ) mempunyai badan berwarna putih keperak-perakan hingga kerap dimaksud juga ikan putihan atau bader putihan. ikan tawes bisa dibudidayakan dengan baik dimulai dari pinggir pantai ( di makin air payau ) hingga ketinggian 800 mtr. diatas permukaan laut, dengan suhu optimum pada 25oc – 33oc. tetapi ikan tawes lebih pas dipelihara di dataran rendah. apabila diolah jadi ikan asin, ikan tawes nyatanya cukup tinggi harga nya. 
anak ikan tawes mengonsumsi ganggang bersel tunggal, zooplankton, ganggang rantai, mayas, pucuk tanaman air, serta tanaman lunak yang lain. moncong ikan tawes kecil serta pada ujung moncong terdapat mulut yang dihiasi oleh dua gunakan sungut berukuran kecil. 
wujud badan ikan tawes memanjang pipih ke kesamping dengan wujud punggung membesar. sisik ikan tawes berwarna putih keperak-perakan dengan warna gelap dibagian punggung. 

c. Ikan mujair 

Ikan mujair ( tilapia mossambica ) cepat berkembang biak serta dapat hidup dimanapun, baik dataran rendah ataupun dataran pegunungan, baik pada air tawar ataupun air payau. induk ikan mujair yang berusia 3, 5 bln. telah mengawali bertelur sejumlah 50 butir. satu 1/2 bln. selanjutnya induk ikan tersebut bertelur lagi. setiap saat bertelur jumlah telur jadi tambah 50 butir - 75 butir. seekor induk bisa bertelur hingga 2. 000 butir. telur-telur tersebut umumnya disimpan didalam mulut induknya. penetasan telur juga berlangsung didalam mulut induknya. sesudah menetas, anak-anak ikan mujair disemburkan dari mulut induknya. bila ada bahaya, anak-anak ikan tersebut berebut masuk kembali ke mulut induknya. 
ikan mujair dewasa suka makan ganggang biru, hingga bisa menolong kita membrantas penyakit malaria, karena ganggang biru adalah area bertelur nyamuk malaria. 

d.Ikan nila 
Ikan nila ( tilapia nilotica ) dibedakan jadi dua, yaitu ikan nila biasa berwarna hitam keputih-putihan serta ikan nila merah berwarna merah. wujud tubuh ikan nila panjang serta ramping, dengan perbandingan pada panjang badan serta tingginya yaitu 3 : 1. sisik-sisik ikan nila berukuran besar serta kasar, berupa etonoid dengan garis-garis vertical berwarna gelap pada siripnya. 
ikan nila betina mempunyai cirri-ciri seperti berikut : 
1. ukuran sisik relatif lebih kecil dari pada sisik ikan nila jantan 
2. sisik dibagian bawah dagu serta perut berwarna cerah. 
3. wujud hidung serta rahang belakang agak lancip 
4. sirip punggung serta sirip ekor bergaris menyambung dan melingkar 
5. apabila sisi perut diurut ( dipijat ) tak lagi mengeluarkan cairan berwarna bening. 

Namun ikan nila jantan mempunyai cirri-ciri seperti berikut : 
1. ukuran sisik libih besar dari pada sisik ikan nila betina 
2. sisik dibagian bawah dagu serta perut berwarna gelap 
3. wujud hidung serta rahang belakang melebar 
4. sirip punggung serta sirip ekor adalah garis-garis yang terputus-putus. 
5. apabila sisi perut diurut ( dipijat ) dapat mengeluarkan atau pancarkan cairan berwarna kuning. 


kekuatan bertelur seekor induk ikan nila pada 300 butir hingga 1. 500 butir. telur ikan nila berupa bulat kecil, berdiameter 2, 8 mm, berwarna abu-abu hingga kekuning-kuningan, tidak lekat, tenggelam didalam air, serta dierami didalam mulut induk betina. telur ikan nila menetas pada 4 hari - 5 hari lantas. 

e.Ikan karper 

Ikan karper ( cyprinus carpio ) bisa tumbuh maksimal pada ketinggian lebih kurang 150 mtr. - 600 mtr. diatas permukaan laut, dengan suhu air pada 20oc – 25oc. ikan ini mempunyai sebagian varietas, diantaranya karper merah, karper sinyonya, karper punten serta karper majalaya. 
karper merah atau ikan mas dicirikan oleh sisiknya yang berwarna kuning keemas-emasan. wujud badannya relatif panjang serta penampang sisi punggungnya tidak demikian pipih. 

a. Pengamatan tempat pekarangan 

Pekerjaan pengamatan letak tempat pekarangan meliputi luas tanah, type tanah, serta lingkungan sekitarnya.

1. Luas tanah 
Untuk meyakinkan ukuran luas tanah, kita bisa mengukurnya gunakan alat ukur berbentuk meteran.

2. Type tanah 
Untuk tahu type tanah pada areal yang dapat kita bangun kolam bisa dikerjakan dengan langkah seperti berikut :
a. ambil beberapa tanah susunan atas serta tanah susunan bawah, lantas tiap-tiap dilumatkan didalam air. sesudah lembek dibikin genggaman serta ditekan sekuat-kuatnya. bila meninggalkan gumpalan pasir cukup banyak, bermakna tanah tersebut tergolong tanah berpasir. walau demikian bila cuma sedikit sisa pasirnya, berti tergolong tanah liat.

b. type tanah yang baik untuk kolam ikan yaitu tanah liat berpasir.

3. lingkungan 
Pengamatan lingkungan lebih kurang yang dapat dibangun kolam diantaranya meliputi :
a. sumber air : sungai, parit, mata air, serta saluran irigasi
b. letak pintu pemasukan serta pengeluaran air.
c. jenis tumbuhan serta pertolongan yang bisa digunakan atau yang perlu dibuang/disingkirkan.


b. Penggalian tanah 
  1. tanah diukur serta ditandai cocok wujud serta posisinya. baiknya kolam berupa empat persegi panjang. direncanakan luas kolam sederhana di tempat pekarangan yaitu 50 m2. 
  2. cocok dengan batas-batas yang sudah ditentukan, tanah mulai dicangkul hingga kedalaman 100 cm - 150 cm. 
  3. berbarengan dengan penggalian tanah, sekalian dibangun pematangnya. pematang mesti kokoh, berupa trapezium serta tidak bocor. 
  4. basic kolam dibikin miring pada 3 % hingga 5 % kearah pintu pembuangan air. 
  5. pada basic kolam butuh dibuatkan kemalir. manfaat kemalir yaitu untuk mempermudah penangkapan ikan pada saat dikerjakan panen. 

c. persiapan pemeliharaan 
  1. Apabila kolam sudah selesai dibikin, dilanjutkan dengan aktivitas pengapuran. keperluan kapur lebih kurang 5 kg - 10 kg untuk kolam seluas 50 m2. 
  2. Basic kolam ditaburi pupuk kandang 1 kg/ m2 atau 50 kg/ 50 m2. 
  3. Sesudah diberi kapur serta pupuk kandang, basic kolam diairi setinggi 5 cm, serta dilewatkan tergenang sepanjang 5 hari - 7 hari hinga warna air beralih jadi kehijau-hijauan 
  4. Selanjutnya kolam diisi air sempai ketinggian 60 cm serta saat ini kolam tersebut siap untuk memelihara ikan. 

Penebaran benih 

a. Syarat benih
benih ikan yang baik serta sehat mempunyai cirri-ciri seperti berikut :
  1. Gerakannya lincah 
  2. Tidak cacat serta tidak luka di tubuhnya 
  3. Tak ada sinyal tanda diserang penyakit 
  4. Besarnya lebih kurang seragam. 

b. Pengangkutan benih
Jika area pembelian benih berjarak cukup jauh maka tehnik pengangkutan benih, butuh di perhatikan yaitu seperti berikut :

  1. Kantong plastik berisi air bersih sejumlah sepertiga sisi. 
  2. Benih ikan dimasukkan sedikit untuk sedikit 
  3. Hawa yang ada didalam kantorng plastik dikeluarkan 
  4. Kantong plastik berisi oksigen dari tabung gas sampai penuh. 
  5. Ujung kantong plastik segera diikat rapat. 
  6. Kantong plastik terebut dimasukkan ke didalam kardus. 
  7. Kardus diisi benih ikan mesti diangkut dikarenakan benih ikan didalam kantong plastik cuma bertahan hidup di perjalanan lebih kurang 4 jam. waktu pengangkutan baiknya pagi atau malam hari. 

c. Pelepasan benih 

  1. Sebelum saat benih ditebarkan, kolam telah digenangi air sepanjang 4 hari - 7 hari. 
  2. Setibanya di lokasi, kantong plastik diisi benih ikan segera diapungkan didalam air kolam sepanjang 15 - 20 menit supaya berlangsung penyesuaian suhu. 
  3. Air kolam dimasukakn ke didalam kantong plastik serta dilewatkan mengapung di kolam sepanjang 5 - 10 menit. 
  4. Apabila suhu telah sesuaim pengikat kantung plastik dibuka 
  5. Setelah itu kantong plastik tersebut diniringkan ke didalam air serta benih-benih ikan dilewatkan keluar sendiri untuk berenang. 
  6. Kepadatan benih untuk ikan nila yaitu 0, 5 kg - 2 kg per m2 dengan ukuran benih 50 - 70 grm per ekor. 
-->

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar