Selasa, 19 Februari 2013

Budidaya ikan gabus channa


Ikan gabus (channa) nyaris seluruh orang tahu, selain bisa sebagai konsumsi ikan ini belakangan juga dipelihara sebagai ikan hias karena coraknya yang bagus dan beragam. Dikarenakan mereka telah rasakan kelezatannya. ikan inipun mudah sekali didapat, dapat dibeli di pasar, apalagi di warung-warung lebih kurang area tinggalnya. tetapi apakah mereka ketahui asal-usul ikan tersebut. sudah pasti tidak seluruh orang tahu, terhitung langkah budidayanya. inilah yang dapat dikupas didalam artikel ini.

Masalah asal usul. nyatanya ikan gabus yaitu ikan asli indonesia. hidup di perairan sekitar kita, di rawa, di waduk serta di sungai-sungai yang airnya tenang. tetapi ikan gabus yang dapat dibeli di pasar-pasar serta warung-warung, kemungkinan besar dari kalimantan. dikarenakan pulau tersebut yang saat ini jadi pemasok terbesar untuk pasar-pasar seluruh indonesia. tetapi sayang, populasi ikan gabus di alam telah mulai menyusut, hingga budiadaya ikan ini butuh dikembangkan.


Lantas masalah langkah budidaya ikan gabus. nyatanya ikan inipun tidak sulit. tak perlu dengan pemijahan buatan, cukup hanya pemijahan alami. sudah pasti perihal ini dikarenakan dikarenakan ikan gabus telah akrab dengan perairan kita. di antara lembaga perikanan yang telah sukses yaitu balai budidaya air tawar mandiangin, kalimantan selatan. artikel inipun di ambil dari di antara leafletnya.
Tetapi sebelum saat mengupas perihal langkah budidayanya, alangkah tambah baiknya kita ketahui dulu perihal biologinya, terlebih habitat, rutinitas hidup, rutinitas makan serta sistematikanya. di kalimantan, ikan gabus banyak ditemukan di rawa-rawa tempat pedalaman, hidup di basic perairan yang dangkal, berbentuk carnivor atau pemakan daging, terlebih ikan-ikan kecil yang mendekatinya. ikan gabus berbentuk musiman, memijah pada musim hujan dari bln. oktober sampai desember.

Dengan sistematika, seorang pakar perikanan, kottelat ( 1993 ) memasukan kedalam :
kelas : pisces ;
ordo : labyrinthycy ;
famili : chanidae ;
genus : channa ;
spesies : channa striata ;

Persamaan kata dengan ophiochephalus striatus. ikan gabus mempunyai nama lain, yakni gabus isilah Indonesia, haruan adalah nama tempat kalimantan. namun didalam bhs Inggeri dimaksud snake head fish.

Membedakan jantan dan betina
Jantan serta betina ikan gabus dapat dibedakan dengan mudah. langkahnya dengan lihat sinyal tanda pada tubuh. jantan ditandai dengan kepala lonjong, warna tubuh lebih gelap, lubang kelamin memerah serta jika diurut keluar cairan putih bening. betina ditandai dengan kepala membulat, warna tubuh lebih terang, perut membesar serta lembek, apabila diurut keluar telur. induk jantan serta mesti telah meraih 1 kg.

Pemijahan
Pemijahan dikerjakan didalam bak beton atau fibreglass. langkahnya, siapkan sesuatu bak beton ukuran panjang 5 m, lebar 3 m serta tinggi 1 m ; keringkan sepanjang 3 – 4 hari ; masukan air setinggi 50 cm serta biarlah mengalir sepanjang pemijahan ; sebagai perangsang pemijahan, masukan eceng gondok sampai menutupi beberapa permukaan bak ; masukan masukan 30 ekor induk betina ; masukan juga 30 ekor induk jantan ; biarlah memijah ; ambillah telur dengan sekupnet halus ; telur siap untuk ditetaskan.

Untuk tahu berlangsungnya pemijahan dikerjakan pengontrolan tiap-tiap hari. telur berbentuk mengapung di permukaan air. satu ekor induk betina dapat membuahkan telur sejumlah 10. 000 – 11. 000 butir.

Penetasan telur
penetasan telur dikerjakan di akuarium. langkahnya : siapkan sesuatu akuarium ukuran panjang 60 cm, lebar 40 cm serta tinggi 40 cm ; keringkan sepanjang 2 hari ; isi air bersih setinggi 40 cm ; gunakan dua buah titik aerasi serta hidupkan sepanjang penetasan ; gunakan juga pemanas air sampai bersuhu 28 o c ; masukan telur dengan kepadatan 4 – 6 butir/cm2 ; biarlah menetas. telur dapat menetas kurun waktu 24 jam. hingga dua hari, larva tak perlu diberi pakan, dikarenakan tetap menaruh makanan cadangan.

Pemeliharaan larva
Pemeliharaan larva dikerjakan sesudah 2 hari menetas sampai berusia 15 hari, didalam akuarium yang sama juga dengan kepadatan 5 ekor/liter. berlebihan larva dapat dipelihara didalam akuarium lain. pada usia 2 hari, larva diberi pakan berbentuk naupli artemia dengan frekwensi 3 kali 1 hari. dari usia 5 hari, larva diberi pakan tambahan berbentuk daphnia 3 kali 1 hari, secukupnya. untuk melindungi mutu air, dikerjakan penyiponan, membuang kotoran serta sisa pakan serta ganti dengan air baru sejumlah 50 %. penyiponan dikerjakan 3 hari sekali, bergantung mutu air.

Pendederan
pendederan i ikan gabus dikerjakan di kolam tanah. langkahnya : siapkan kolam ukuran 200 m2 ; keringkan sepanjang 4 – 5 hari ; perbaiki seluruh bagiannya ; buatkan kemalir dengan lebar 40 cm serta tinggi 10 cm ; ratakan tanah dasarnya ; tebarkan 5 – 7 karung kotoran ayam atau puyuh ; isi air setinggi 40 cm serta rendam sepanjang 5 hari ( air tidak dialirkan ) ; tebar 4. 000 ekor larva saat pagi hari ; sesudah 2 hari, beri 1 – 2 kg tepung pelet atau pelet yang sudah direndam tiap-tiap hari ; panen benih dikerjakan sesudah berusia 3 minggu.

-->

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Artikel Populer