Jumat, 15 Februari 2013

Ternyata 4 dari 10 wanita mengalami pelecehan sex


[imagetag]Di London, Inggris, 4 dan 10 perempuan muda berusia 18-34 tahun dari 1.047 orang yang disurvei (43 persen) dilecehkan secara seksual tahun lalu, demikian menurut  polling dari End Violence Against Women (EVAW). Bahkan anak sekolah usia 12 tahun pun sudah menjadi sasaran tindak pelecehan seksual. Perlakuan ini jelas menimbulkan merasa tidak aman saat bepergian sendiri. "Pelecehan seksual itu sudah berurat berakar sampai-sampai kita tidak memperhatikannya lagi. Ini waktunya bagi masyarakat untuk bertindak dan menghentikannya," tutur Holly Dustin, director of Evaw.

Secara keseluruhan, 5 persen perempuan mengalami kontak seksual yang tidak diinginkan di kendaraan umum. Rinciannya, hal itu dialami 31 persen perempuan usia 18-24, dan 21 persen perempuan usia 25-34. Tindak pelecehan seksual harus dihentikan, karena dapat memengaruhi kehidupan wanita secara langsung, entah mengubah perilaku mereka, atau menyebabkan mereka merasa ketakutan terus saat berada di jalanan. "Tindakan ini menumbuhkan rasa takut diperkosa dan kejahatan seksual lain, dan memberi pengaruh membahayakan pada topik yang lebih luas mengenai persamaan," tambahnya.

Selain itu, menurut Fiona Elvines, dari South London Rape Crisis, kepercayaan diri dan citra tubuh mereka juga akan terpengaruh secara negatif. "Perempuan mengatakan bahwa ada konsekuensi mengenai hal ini, dan sudah waktunya mendengarkan keluhan mereka," katanya. Secara global, kasus pelecehan seksual juga meningkat. Populernya penggunaan media sosial membuat para pelaku pelecehan seperti mendapat sarana untuk melakukannya.  

Sejumlah kampanye antipelecehan seksual sudah digulirkan pemerintah Inggris, seperti poster "Flirt/Harass: Real Men Know the Difference" yang dibuat oleh dewan Lambeth dan kepolisian Metropolitan. Dewan daerah dan kepolisian didorong untuk mengirimkan pesan yang kuat bahwa perilaku ini tidak akan ditoleransi. Situs Hollaback, dimana perempuan korban pelecehan seksual bisa berbagi pengalaman dan foto-foto pelakunya, memiliki aktivis di 50 kota di 17 negara di seluruh dunia.

Sebagian poster kampanye ini dipasang di sarana transportasi, mirip dengan tanda peringatan yang meminta penumpang untuk tidak mengonsumsi makanan yang beraroma tajam, atau menaikkan kaki ke kursi penumpang. "Kami meminta petugas transportasi di-training untuk membantu penumpang mengatasi insiden-insiden semacam ini, dan melibatkan intervensi polisi bila diperlukan," tambah Dustin dari EVAW. EVAW juga meminta dukungan masyarakat untuk memahami bahwa tindak pelecehan seksual sama sekali tidak bisa diterima, dan melapor kepada pihak yang berwenang jika mereka melihat kasus itu terjadi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Artikel Populer