Sabtu, 27 April 2013

Budidaya ikan zebra danio


Budidaya ikan zebra danio (akuariumhias) -Datang dari myanmar, india, serta srilangka. ukuran tubuh optimal lebih kurang 5 cm. ikan ini berbentuk omnivora, namun suka pakan alami permukaan layaknya kutu air dikarenakan hidupnya di kolam air. suhu untuk pemeliharaannya agak rendah, pada 25-27° c. keasaman ( ph ) sedikit asam hingga netral ( 6, 5-7, 0 ) serta kekerasan pada 6-8° dh.

Daya tarik ikan ini terdapat pada garis-garis horisontal putih perak serta biru di badan hingga ke sirip-siripnya. pada betina serta jantan bisa dibedakan cuma sesudah dewasa. pada betina ada garis biru di tempat dubur, namun pada jantan kuning emas.

Telur ikan ini tidak menempel. karenanya, didalam pemijahan baiknya dibuatkan sekat supaya induk tidak mengonsumsi telur yang dijatuhkannya. bisa juga diberi tanaman air yang rimbun supaya telurnya tidak terlihat. perbandingan jantan serta betina untuk pemijahan ini umumnya 2 : 1 serta bisa dikerjakan dengan masal. jumlah induk didalam setup wadah berukuran m2 bisa diisi lebih kurang 200 ekor.

Biasanya wadah untuk pemijahan berbentuk kolam atau bak semen. untuk airnya baiknya tidak terlampau tinggi, cukup lebih kurang 10 cm, supaya telur bisa cepat jatuh ke basic atau sarang berbentuk tanaman air. tanaman air yang dipakai baiknya dari type tanaman basic layaknya ganggang ( hydrilla ) yang cukup padat. ini ditujukan supaya induk tidak mempunyai peluang untuk mengonsumsi telurnya dikarenakan terlindung. airnya mesti senantiasa diganti separonya supaya induk dapat terangsang memijah.

Untuk pemijahan masal di kolam, sebelum saat dipijahkan baiknya jantan serta betina dipelihara terpisah. kelak sesudah induk betina terlihat betul-betul telah penuh telur ( gendut ) barulah digabung dengan jantan.

Pada waktu memijah, jantan dapat mengejar betina serta betinanya dapat menjatuhkan telur-telurnya ke air. pada waktu itu, jantan dapat dengan cepat membuahi telur-telur tersebut. sesudah selesai memijah, jantan dapat berhenti mengejar betina.

Telur yang telah dibuahi tersebut mesti cepat di ambil atau induknya segera dipindahkan. supaya lebih mudah dipindahkan, bisa juga induknya ditempatkan pada jaring didalam kolam. lewat cara ini telur dapat jatuh ke basic kolam. apabila telah selesai memijah, jaring berbarengan induknya diangkat. kolam bisa diberi aerasi kecil dari pompa hawa. telur tersebut dapat menetas sesudah 24 jam. larvanya dapat mulai berenang sesudah dua hari menetas.

Penggantian air pada pemeliharaan larva bisa dikerjakan sesudah larva berenang atau sesudah berusia lebih kurang tujuh hari. penggantian air ini mesti ditangani hati-hati dengan jumlah separonya atau sepertiganya saja. apabila diganti keseluruhan, ikan dapat cepat stres dikarenakan berlangsung pergantian lingkungan yang tiba-tiba. frekuensi penggantian air tiap-tiap tiga hari.

Pakan larva pertama bisa berbentuk artemia, rotifera, atau infusoria. sesaat kutu air bisa diberikan setelah larva berusia 3-4 hari. untuk ikan yang telah besar atau dewasa, pakannya berbentuk cacing sutera atau cacing darah. ukuran 2, 2 cm telah mulai bisa dijual sesudah pemeliharaan lebih kurang 2, 5 bln..

-->

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Artikel Populer