Selasa, 16 Juli 2013

Menghindari Ikan Koi Mati Mendadak



Menghindari Ikan Koi Mati Mendadak (akuariumhias) -Momok yang cukup menakutkan untuk penggemar ikan koi yaitu kematian mendadak didalam jumlah besar. kematian massal pada ikan koi sering dihadapi pembudidaya ataupun penghobi ikan koi. Bermacam pertanyaan serta kebimbangan kerap menghinggapi beberapa penghobi tentang pemicu kematian mendadak ikan koi didalam jumlah besar tersebut. belum hilang stress disebabkan musnahnya ikan-ikan koi yang paling disayangi, pertanyaan tentang pemicu matinya koi juga sukar untuk didapatkan jawaban tentunya.

Pengalaman saat menangani perihal kematian serta penyakit koi jadi pelajaran bernilai yang mutlak dimiliki oleh penghobi koi. ada beragam jenis karena yang menyebabkan ikan koi mati mendadak didalam jumlah besar. umumnya orang memvonisnya dengan penyakit yang dikarenakan oleh virus herpes pada koi ( khv ). Penyakit menakutkan pada koi yang sanggup memusnahkan semua ikan koi tanpa sisa. Tetapi sesungguhnya tidak tiap-tiap kematian massal ikan koi dikarenakan oleh khv tersebut.


Sebelum saat memvonis pemicu kematian ikan koi dengan mendadak didalam jumlah besar tersebut sebaiknya kita memeriksa banyak hal yang barangkali menyebabkan koi sakit sampai selanjutnya mati.

Biasanya penyakit pada ikan koi dapat menjangkit pada waktu kehadiran ikan-ikan baru, baik semasa karantina atau sesudahnya. didalam sebagian masalah, mutu air (terlebih ammonia, ph, suhu serta racun lain) dan kepadatan ikan belebih, berkontribusi positif saat memperparah kisah penyakit ini. penyakit ini makin besar kemungkinan berlangsungnya pada situasi air dengan tingkat kesadahan yang tinggi (gh/general hardness tinggi).

Untuk mengantisipasi penyakit sebaiknya senantiasa lakukan karantina serta berikan perhatian pada ikan baru atau pergantian musim. Dikarenakan periode inkubasi penyakit pada ikan koi umumnya pada 2 hingga 3 minggu. Namun jika ada ikan yang telah membawa penyakit dari area pada mulanya, maka didalam periode waktu kurang dari 12 jam tanda-tanda klinisnya mulai terlihat.

Gejala-gejala klinis penyakit koi

Untuk mendeteksi penyakit pada koi kita dapat mengamati tanda-tanda klinis awal yang berlangsung hingga penanganan dapat lebih cepat. Dengan umum tanda-tanda serta sinyal awal, ikan terlihat malas-malasan, nafsu makan hilang, gerakan pernafasannya lebih cepat, serta condong menentukan ada di basic kolam atau diam mengambang di dalam kedalaman kolam.
Pada tanda-tanda awal ini produksi lendir terlihat semakin banyak, serta sesekali tampak lendir keluar dari insang serta terus melekat. Lendir berlebih ini cuma step awal saja yang mengakibatkan sisik terlihat semakin kemilau. Bila tetap bertahan hidup, lendir dapat berhenti berproduksi serta kulit mulai terlihat normal lantas kusam serta selanjutnya kering. Tanda-tanda umumnya diawali di lebih kurang pangkal ekor, lebih kurang dada serta perut sisi bawah, yang pelan-peln jadi makin kasar serta terkadang terlihat layaknya bertabur pasir.

Pemicu penyakit koi

Dari beragam jurnal ikan internasional yang terbit, beragam type bakteri dilihat didalam masalah ini, terhitung aeromonas hidrophila, asorbria, acavide, asalmonicida serta flavobacterium psychophila. tidak satupun dari mereka ditemukan didalam masalah penyakit ini, baik pada jaringan korban yang di cermat ataupun hasil pengamatan mikroskop electron.

Rangkuman dari sebagian negara yang menghiraukan dengan tragedi penyakit ini, menyimpulkan indikasi awal penanggung jawab perihal penyakit ini yaitu infeksi sejenis virus (viral infection). Studi perihal penyebaran sumber penyakit ini telah dikerjakan oleh beberapa pakar di Jerman serta USA, terhitung diantaranya university of california. tetap harus belum jelas dikarenakan lain lokasi lain juga virus pemicunya.

Penanganan penyakit koi

Hingga saat ini belum ada satu obatpun yang bisa menangani efek penyakit ini. Menambahkan garam ikan kedalam air lebih berguna pada pencegahan berlangsungnya serangan seconday diseases. Tanda-tanda klinis cuma berlangsung pada ikan-ikan yang terinfeksi yang alami pergantian suhu air dengan mencolok pada 18-26 derajat celc.
Memanipulasi suhu air, yang diinginkan dapat berikan hasil yang tambah baik. menaikan suhu air diatas 26 derajat celc hingga kematian koi tidak berlangsung lagi, serta lantas dengan bertahap turunkan suhu dapat meminimal angka kematian.
Dikarenakan cukup bukti bahwa ikan yang ada pada suhu 18-26 derajat celc punya potensi alami serangan akan penyakit ini, maka factor suhu dikira mempunyai andil besar didalam ledakan penyakit ini.

Di negara israel, beberapa petani koi menambah kekebalan ikan dengan langkah manipulasi suhu air dengan regular. mereka menyebut ikan-ikan yang lulus ujian ini sebagai “ikan berkekebalan alami”( naturally immune fish) dan dapat dibuktikan tingkat kematian yang umumnya meraih 80% hingga semakin dapat turun amat fantatis dibawah 5%.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Artikel Populer